Harapannya, dengan penggeseran itu, beberapa cabang olahraga andalan yang punya peluang medali di tingkat provinsi tetap bisa diikutsertakan. Ini soal strategi juga.
Di sisi lain, sorotan masyarakat makin keras. Ada kekhawatiran nyata bahwa pemerintah daerah lamban bertindak. Padahal, waktu tidak banyak.
“Jangan sampai Anambas absen lagi. Itu bisa bunuh semangat atlet muda dan rusak citra daerah. Kami minta solusi yang cepat,” ungkap seorang tokoh masyarakat, suaranya terdengar prihatin.
Nah, untuk ke depannya, pemerintah daerah didorong buat audit internal. Cari tahu, kenapa bisa sampai anggaran kosong. Langkah realistisnya ya dua: geser pos anggaran dan fokus ke cabang olahraga yang punya peluang.
Keputusan dalam waktu dekat ini jadi penentu. Apakah Anambas akan tampil di Popda Kepri 2026, atau hanya jadi penonton lagi. Semuanya tergantung pada seberapa cepat dan cermat langkah yang diambil sekarang.
Editor: Redaktur TVRINews
Artikel Terkait
Kejati Riau Geledah Kantor KSOP dan Pelindo Dumai Terkait Dugaan Tindak Pidana Kepelabuhanan
Trump Klaim Presiden Xi Jinping Setop Pengiriman Senjata ke Iran
TNI AU Gelar Bazar Murah di Makassar untuk Rayakan HUT ke-80
Kru Ambulans Dikerjai, Panggilan Darurat Dijadikan Modus Penagihan Utang