Moskow, TVRINews – Udara Moskow mungkin masih dingin, tapi suasana di sekitar kedatangan Presiden RI, Prabowo Subianto, terasa hangat. Salah satu yang merasakannya adalah Alya, seorang mahasiswi asal Indonesia yang sedang menuntut ilmu di Rusia. Senin (13/4/2026) itu, ia kembali bertemu dengan sang presiden, sebuah momen yang sebenarnya bukan pertama kalinya.
Pertemuan pertama mereka terjadi Desember lalu. Kala itu, Prabowo juga sedang berada di Moskow untuk urusan kenegaraan. Musim dingin yang menggigit tak menyurutkan niat Alya dan rekan-rekannya untuk menyambut. Dan justru di situlah kesan mendalam itu tercipta.
“Bayangkan saja, kami waktu itu berdiri di luar, hujan saljunya deras,” kenang Alya, dengan nada yang masih terkesan.
“Lalu Bapak Presiden melihat kami. Beliau dengan sigap mempersilakan kami masuk ke dalam hotel agar tidak kedinginan. Sambutannya sangat hangat, jauh lebih hangat dari cuaca di luar. Gestur kepedulian seperti itu yang bikin kami ingat terus.”
Perempuan asal Cirebon, Jawa Barat, ini kini menekuni studi Bisnis Informatika di Higher School of Economics, Rusia. Di tengah kesibukan kuliahnya, ia menyempatkan diri menyaksikan kembali kunjungan kenegaraan Prabowo. Dan kekagumannya tak berkurang.
Baginya, Prabowo adalah sosok yang tenang. Baik hati. Itulah mengapa, dalam pertemuan kali ini, ia tak lupa menyelipkan doa.
“Saya cuma bisa berharap Bapak sehat selalu. Dan tentu, terus berjuang memberikan yang terbaik buat Indonesia ke depan,” ujarnya.
Di sisi lain, kunjungan kedua Prabowo ke Rusia ini juga memunculkan harapan lain dari Alya. Ia ingin hubungan kedua negara makin erat, khususnya di bidang yang sedang ia geluti: pendidikan.
“Mimpi saya sih, kerja sama pendidikan ini bisa diperluas. Misalnya, dengan menambah jumlah beasiswa untuk mahasiswa Indonesia yang mau belajar ke sini. Pasti banyak yang berminat,” tutup Alya penuh harap.
Penulis: Octavian Dwi
Editor: Redaktur TVRINews
Artikel Terkait
Cedera Pergelangan Tangan Paksa Alcaraz Mundur dari Barcelona Open
Polisi Depok Sita Lebih dari 6 Kilogram Ganja, Satu Tersangka Diamankan
PM Hungaria Magyar Desak Presiden Sulyok Mundur, Ancam Pakai Jalur Hukum
Jaksa Tuntut Hukuman Mati untuk Pengedar 50 Kg Sabu di Padang