Jakarta – Evaluasi pelaksanaan infrastruktur selama arus mudik Lebaran 2026 akhirnya dipaparkan. Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menyampaikan laporannya dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI, Senin (13/4/2026). Intinya, konektivitas jalan nasional dan tol dinilai terjaga dengan baik. Meski begitu, bukan berarti semuanya berjalan mulus.
Jaringan jalan nasional yang membentang hampir 48 ribu kilometer itu memang jadi tulang punggung perjalanan. Secara nasional, kondisinya cukup baik. Tapi kalau ditelisik lebih jauh, masih terlihat kesenjangan yang mencolok, terutama di kawasan timur Indonesia. Kualitas infrastruktur di sana kerap jadi tantangan tersendiri.
Dody mengakui hal itu.
Ujarnya dalam keterangan yang disiarkan melalui kanal YouTube parlemen.
Menghadapi situasi itu, Kementerian PU mengklaim telah mengambil langkah proaktif. Perbaikan jalan darurat, misalnya, ditargetkan selesai dalam waktu 2x24 jam. Mereka juga melakukan penanganan preventif di titik-titik rawan. Hasilnya? Menurut Dody, langkah-langkah itu berhasil menekan gangguan selama arus mudik dan balik berlangsung.
Jelasnya lagi.
Tak cuma itu, pemerintah juga mengerahkan 546 posko mudik yang tersebar. Posko-posko ini fungsinya diperluas, bukan sekadar tempat istirahat, tapi juga jadi pusat respons cepat jika ada gangguan di lapangan.
Artikel Terkait
ASEAN Desak AS dan Iran Segera Berunding, Jamin Keamanan Selat Hormuz
KPK Tahan Ajudan Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid Terkait Kasus Pemerasan
Kemenhan Tegaskan Perjanjian Lintas Udara AS Belum Final, Aturan Ketat Berlaku
IMO Peringatkan Bahaya Blokade AS dan Pungutan Iran di Selat Hormuz