“Emiten ENRG berhasil bergerak uptrend dan bertahan di atas area psikologis Rp1.700. Dengan harga minyak yang naik karena sentimen kenaikan harga minyak global membuat sentimen positif bagi saham ENRG,” jelas Hari.
IPOT memberikan target harga Rp1.925 untuk saham ENRG.
Tapi hati-hati. Di balik sentimen positif untuk saham migas, ada bayangan risiko yang mengintai indeks secara keseluruhan. Konflik AS-Iran yang berlarut-larut bisa jadi bumerang bagi IHSG. Apalagi indeks sedang dalam fase rebound, menguat 6,14% hanya dalam sepekan terakhir.
Menurut Hari, keberlanjutan tren penguatan ini sangat bergantung pada dua hal: stabilitas geopolitik global dan apakah aliran dana domestik bisa konsisten menopang pasar.
“Kegagalan perundingan ini memperpanjang ketidakpastian geopolitik. Investor jelas khawatir dengan potensi eskalasi yang bisa mengacaukan pasar energi,” ujarnya.
Ia menambahkan, sentimen negatif terutama datang dari risiko gangguan di rantai pasok energi global. Kawasan Timur Tengah, terutama Selat Hormuz, tetap jadi titik rawan yang bisa mengguncang segalanya.
Memang, apa yang sebenarnya terjadi di meja perundingan? Wakil Presiden AS JD Vance mengaku proposal AS, yang salah satunya berisi larangan pembangunan senjata nuklir, ditolak oleh Iran.
Di sisi lain, pihak Iran justru menyalahkan permintaan AS yang dianggap merusak potensi kesepakatan. Menariknya, sebelum perundingan panjang 21 jam itu dimulai, militer AS sempat menyebut ada persiapan untuk membuka Selat Hormuz sebuah isu yang kemudian jadi pembahasan utama.
_____
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Media ini tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi Anda.
Artikel Terkait
Wakil Ketua DPR Prihatin, 6 Kepala Daerah Ditangkap KPK Sejak Awal 2026
Survei Poltracking: 74,1% Publik Puas dengan Kinerja Pemerintahan Prabowo-Gibran
Mendagri Imbau Daerah di Sumut Salurkan Dana Hibah ke Aceh yang Terdampak Bencana
AS Blokade Selat Hormuz Usai Perundingan dengan Iran Gagal