Gencatan senjata yang baru bertahan dua minggu pun kini di ujung tanduk. Rapuh sekali.
"Pasukan AS akan mulai menegakkan blokade terhadap semua lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran, efektif pukul 10.00 waktu setempat hari Senin,"
Begitu pernyataan Komando Pusat AS atau US Central Command.
Analis Westpac dalam catatan risetnya menyoroti kondisi pasar yang tipis di pagi hari. Mereka menulis, suasana itu mengindikasikan mood 'risk-off' yang kuat. Imbasnya, rally luas pada dolar AS tak terhindarkan.
Semua mata kini tertuju ke Selat Hormuz. Setiap perkembangan baru, entah diplomasi atau tembakan, bakal langsung menggoyang pasar.
Artikel Terkait
Dekan FH UI Buka Suara Soal Percakapan Diduga Melecehkan Perempuan
DPR Kumpulkan Masukan untuk Revisi UU Peternakan dan Kesehatan Hewan
Paus Leo XIV Tanggapi Kritik Trump dengan Sikap Tenang dan Seruan Damai
95 Tewas dalam Tiga Hari Pertama Perayaan Songkran di Thailand