Debu Renovasi dan Lelah Usai Rumah Ambruk, Diding Boneng Terkapar di Rumah Sakit

- Minggu, 04 Januari 2026 | 16:45 WIB
Debu Renovasi dan Lelah Usai Rumah Ambruk, Diding Boneng Terkapar di Rumah Sakit

Kabar kurang baik datang dari dunia hiburan. Aktor senior Diding Boneng harus dilarikan ke rumah sakit akibat serangan asma yang tak tertahankan. Kondisi ini, rupanya, berhubungan dengan kejadian nahas yang menimpanya beberapa waktu lalu: rumahnya ambruk.

Rumah yang sedang direnovasi itu kini dipenuhi debu tebal. Menurut keluarganya, debu inilah yang memicu kekambuhan asma Diding. Tapi bukan cuma itu. Ada faktor kelelahan yang juga berperan besar. Usai musibah, pria yang dikenal dengan karakter kocaknya itu kerap turun langsung memantau proses pembangunan kembali rumahnya. Aktivitas itu jelas menguras tenaga.

Adik bungsunya, Zaenal Wahyudin atau Bambang, mengonfirmasi kabar ini. Ia menjelaskan bahwa kondisi kakaknya memang sudah terlihat menurun dalam beberapa hari terakhir.

"Sakit asma, emang dari malam sudah berasa dia karena mungkin banyak melayani wawancara, terus debu juga," ucap Bambang.

Karena kondisinya makin parah, keluarga pun memutuskan untuk membawanya berobat.

"Akhirnya tadi pagi diberangkatkan ke Tangerang untuk berobat asmanya itu," lanjutnya. "Sekarang dia lagi berobat di Tangerang. Dari tadi pagi mungkin berangkatnya, kalau gak besok atau lusa mungkin kembali."

Keluarga Beri Kepastian

Di sisi lain, keluarga ingin meyakinkan publik. Meski asmanya kambuh, mereka memastikan Diding tidak punya riwayat penyakit berat lain. Menariknya, asma ini baru muncul belakangan.

"Alhamdulillah beliau gak punya penyakit dalam ya. Dan asma pun baru-baru ini saja, mungkin karena sudah faktor usia juga," jelas Bambang. "Selama ini, dari umur 70 tahun itu beliau masih sehat, masih wara-wiri."

Jadi, sederhananya begini: kelelahan pasca-rumah ambruk, ditambah paparan debu renovasi, membuat Diding Boneng kambuh asmanya. Sang aktor kini harus istirahat total dan menjalani perawatan di rumah sakit hingga benar-benar pulih.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar