Nilai dolar AS melonjak ke level tertingginya dalam seminggu. Aksi jual terhadap mayoritas mata uang lain terjadi di perdagangan Asia pagi ini, Senin (13/3/2026), menyusul gagalnya perundingan damai dan langkah militer Amerika yang makin nyata.
Indeks dolar, alat ukur kekuatan greenback terhadap sekeranjang mata uang utama, tercatat naik 0,5 persen ke level 99.187. Ini posisi tertinggi sejak 7 April lalu, berdasarkan pantauan Investing.com. Suasana pasar terasa tegang.
Di sisi lain, euro melemah 0,5 persen ke USD1,1667. Poundsterling Inggris ikut terperosok 0,6 persen ke $1,3383. Tak cuma itu, dolar Australia dan Selandia Baru juga terkapar, masing-masing anjlok 0,8 persen ke USD0,7014 dan 0,7 persen ke USD0,5798. Pergerakannya cukup signifikan untuk sesi pagi buta.
Blokade Laut Diperintahkan Trump
Pemicu gejolak ini datang dari pernyataan Presiden Donald Trump, Minggu kemarin. Ia mengonfirmasi bahwa Angkatan Laut AS akan mulai memblokade Selat Hormuz. Ini dilakukan setelah perundingan marathon dengan Iran mentok, tak membuahkan kesepakatan untuk mengakhiri perang.
Artikel Terkait
Dekan FH UI Buka Suara Soal Percakapan Diduga Melecehkan Perempuan
DPR Kumpulkan Masukan untuk Revisi UU Peternakan dan Kesehatan Hewan
Paus Leo XIV Tanggapi Kritik Trump dengan Sikap Tenang dan Seruan Damai
95 Tewas dalam Tiga Hari Pertama Perayaan Songkran di Thailand