Darma Henwa Pertimbangkan Dividen Pertama Usai Laba Bersih Melonjak 7.697%

- Senin, 13 April 2026 | 08:30 WIB
Darma Henwa Pertimbangkan Dividen Pertama Usai Laba Bersih Melonjak 7.697%

Ke depan, Ricardo bilang DEWA punya strategi jangka panjang yang ambisius: bertransformasi jadi perusahaan holding investasi. Saat ini, bisnis mereka bertumpu pada dua pilar: jasa kontraktor pertambangan dan pengembangan aset tambang mineral lewat anak usahanya, PT Gayo Mineral Resources.

Tak cuma berhenti di situ, perusahaan berencana melebarkan sayap ke sektor mineral lain di luar batu bara, seperti nikel dan bauksit. Langkah ini dinilai cocok dengan potensi Indonesia sebagai produsen mineral besar dunia.

Di tengah industri yang penuh tantangan, kinerja DEWA justru menunjukkan tren positif yang kontras dengan beberapa kompetitor yang tampak stagnan. Melalui diversifikasi ini, mereka optimis bisa menangkap peluang-peluang baru.

“Kami percaya bahwa ini memberikan kesempatan bagi kami untuk grab opportunities,” kata Ricardo.

Catatan Kinclong Sepanjang 2025

Benar-benar tahun yang gemilang bagi DEWA. Sepanjang 2025, laba bersih mereka mencapai Rp 4,3 triliun, melonjak 7.697% dibanding tahun sebelumnya. Pendapatannya sendiri naik 5,98% menjadi Rp 6,39 triliun.

Menurut analis, kinerja ini bahkan jauh melampaui ekspektasi pasar. Everson Sugianto dari Stockbit Sekuritas menyebut, laba bersih DEWA setara dengan 1.324% dari estimasi konsensus.

Lonjakan fantastis ini sebagian besar ditopang oleh pengakuan negative goodwill senilai Rp 4,5 triliun dari akuisisi PT Gayo Mineral Resources. Nilai ini cukup untuk menutupi sejumlah kerugian dari penghapusan piutang dan aset lainnya yang totalnya sekitar Rp 724 miliar.

Meski kontribusi dari GMR bersifat one off, prospek DEWA tetap dilihat positif. “Core profit meningkat signifikan menjadi Rp 573 miliar selama 2025 didukung ekspansi margin laba kotor,” jelas Everson dalam analisisnya.

Akuisisi 99,75% saham GMR sendiri sudah rampung pada November 2025. Transaksi ini menggunakan uang muka investasi yang sebelumnya sudah dicatat, sehingga tidak membebani arus kas di tahun 2025.

Editor: Raditya Aulia


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar