Hadir dalam kesempatan itu, pimpinan tertinggi Al-Khairaat. Ketua Utamanya, Habib Alwi bin Saggaf Al-Jufri, dan Ketua Umum PB Al-Khairaat, Mohsen Alaydrus, turut menyampaikan sambutan. Mereka mengisahkan kembali perjalanan panjang Guru Tua merintis Al-Khairaat. Kisah tentang keterbatasan yang tak pernah memadamkan semangat untuk menyebarkan Islam yang moderat dan penuh toleransi.
Habib Alwi bin Saggaf Al-Jufri tampak antusias menyambut gelaran acara ini. Menurutnya, inisiatif seperti ini punya dampak positif yang nyata.
“Ya inisiasi yang bagus ini ya apalagi yang hadir juga banyak masyarakat banyak masyarakat yang dari dekat maupun dari luar ya daerah-daerah juga. Ya saya rasa ini akan memberikan dampak positif di mana di situ ada siraman agama untuk menjaga kesejukan, keharmonisan karena kita di tempat ini semoga hal-hal ini mendapat dukungan dari pemerintah daerah agar acara ini dapat terlaksana di tahun-tahun berikutnya,” katanya, seperti dikutip dari tayangan Metro Pagi Primetime, Metro TV, Senin, 13 April 2026.
Acara pun berakhir dengan kesan yang mendalam. Seluruh rangkaian berjalan tertib, aman, dan penuh kekhusyukan. Doa bersama mengalun sebagai penutup, mengiringi ribuan jemaah yang pulang dengan hati yang hangat. Haul kali ini bukan cuma jadi ajang silaturahmi besar-besaran. Lebih dari itu, ia adalah bukti nyata bahwa warisan seorang ulama bisa terus hidup, berbuah, dan mengabadi untuk kemaslahatan umat. Dari Morowali Utara, Sulawesi Tengah, semangat Guru Tua terus menyala.
Artikel Terkait
Dekan FH UI Buka Suara Soal Percakapan Diduga Melecehkan Perempuan
DPR Kumpulkan Masukan untuk Revisi UU Peternakan dan Kesehatan Hewan
Paus Leo XIV Tanggapi Kritik Trump dengan Sikap Tenang dan Seruan Damai
95 Tewas dalam Tiga Hari Pertama Perayaan Songkran di Thailand