Lapangan Morokoa di Kolonodale, Kabupaten Morowali Utara, pagi itu tak seperti biasanya. Ribuan orang sudah memadatinya sejak dini hari, Minggu lalu. Mereka datang dari berbagai penjuru daerah, berkumpul untuk satu tujuan: memperingati Haul ke-58 Guru Tua, Idrus bin Salim Al-Jufri. Suasana hening sejenak pecah oleh lantunan Yasin dan Tahlil yang menggema, menciptakan atmosfer religius yang begitu kental.
Acara yang digagas Ketua DPRD Morowali Utara, Hj. Warda Daeng Mamala, ini jelas bukan sekadar ritual tahunan biasa. Di sisi lain, momentum ini berhasil menjadi tonggak sejarah baru. Bagaimana tidak? Di tengah khidmatnya acara, diumumkan sebuah hibah lahan yang sangat signifikan.
Keluarga besar Daeng Mamala secara resmi memberikan hibah seluas 20 hektare. Lahan itu rencananya akan dibangun untuk pondok pesantren dan rumah sakit Al-Khairaat. Langkah ini diharapkan bisa melanjutkan perjuangan Guru Tua di bidang sosial, khususnya memfasilitasi pendidikan dan layanan kesehatan masyarakat setempat yang lebih baik.
“Rencana pembangunan telah disampaikan tadi bahwa H. Ahmad Daeng Mamala, H. Muhlis bersama keluarga besar kami H. Baso Daeng Mamala menghibahkan lokasi sebesar 20 hektare untuk dijadikan lahan pesantren dan rumah sakit Al-Khairaat,” ucap Warda Daeng Mamala.
Artikel Terkait
Dekan FH UI Buka Suara Soal Percakapan Diduga Melecehkan Perempuan
DPR Kumpulkan Masukan untuk Revisi UU Peternakan dan Kesehatan Hewan
Paus Leo XIV Tanggapi Kritik Trump dengan Sikap Tenang dan Seruan Damai
95 Tewas dalam Tiga Hari Pertama Perayaan Songkran di Thailand