Pemain Malut United, Abduh Lestaluhu, sependapat. Ia melihat tim lawan memang lebih jeli memanfaatkan momen.
Kekalahan ini jelas pahit. Hendri tak hanya menyayangkannya, tapi juga bersikap tegas. Ia mengisyaratkan akan ada konsekuensi bagi pemain yang mengabaikan rencana tim. “Ke depan, mungkin ada sejumlah perubahan. Tentu, kami ingin memberikan yang terbaik untuk masyarakat Maluku Utara dan Maluku,” janjinya.
Di klasemen, kekalahan ini membuat Malut United stagnan di posisi keempat dengan 46 poin. Mereka cuma unggul tipis dua poin dari Bhayangkara Presisi di bawahnya. Situasinya jadi makin panas.
Lalu, apa langkah selanjutnya? Tim harus segera melupakan laga ini. Mereka akan bertandang ke markas Bali United minggu ini. Perjalanan jauh ke Stadion Kapten I Wayan Dipta di Gianyar menanti. Tantangan baru, harapan baru. Bisa bangkit atau terpuruk lebih dalam? Kita lihat saja.
Artikel Terkait
Gagalnya Perundingan AS-Iran Dorong Harga Minyak Tembus US$100, Saham Migas RI Menguat
Foton eMiler, Truk Listrik dengan Kabin Lapang dan Akselerasi Halus, Siap Operasi di Indonesia
Dolar AS Melonjak ke Level Tertinggi Seminggu Usai Trump Perintahkan Blokade Selat Hormuz
Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,86 Juta per Gram, Harga Buyback Turun Rp42 Ribu