Houthi Sambut Pengangkatan Mojtaba Khamenei, Israel Ancam Eliminasi

- Senin, 09 Maret 2026 | 07:40 WIB
Houthi Sambut Pengangkatan Mojtaba Khamenei, Israel Ancam Eliminasi

Kelompok Houthi dari Yaman baru saja menyambut penunjukkan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi Iran yang baru. Bagi mereka, ini bukan sekadar pergantian biasa. Mereka menyebutnya sebagai pukulan besar yang dirasakan musuh-musuh Teheran.

Lewat sebuah pernyataan di Telegram, kelompok yang berbasis di Yaman itu secara terbuka mengucapkan selamat. Mereka menilai momen ini datang di tengah situasi yang amat genting, menyoroti ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

“Kami mengucapkan selamat kepada Republik Islam Iran, kepemimpinannya, dan rakyatnya, atas terpilihnya Sayyid Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam pada saat yang penting dan krusial ini,” bunyi pernyataan mereka.

Bagi Houthi, pengangkatan ini adalah kemenangan segar bagi Garda Revolusi. Lebih dari itu, mereka melihatnya sebagai pukulan telak yang pasti menyakitkan bagi pihak lawan. “Kemenangan baru bagi Revolusi Islam dan pukulan telak bagi musuh-musuh Republik Islam dan musuh-musuh negara,” tegas pernyataan itu lagi.

Di sisi lain, proses suksesi ini sebenarnya sudah lama diperkirakan. Majelis Pakar secara resmi telah mengangkat Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei, putra mendiang Ayatollah Ali Khamenei, untuk menduduki posisi tertinggi. Nama Mojtaba sendiri sebelumnya memang kerap disebut sebagai calon terkuat pengganti ayahnya.

Namun begitu, respons dari kawasan justru datang dengan nada mengancam. Israel, misalnya, menyatakan sikapnya dengan sangat jelas. Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, tak ragu menyampaikan ancaman terbuka.

“Setiap pemimpin yang ditunjuk oleh rezim Iran untuk terus memimpin rencana menghancurkan Israel, mengancam AS dan dunia bebas dan negara-negara di kawasan ini, dan menindas rakyat Iran, akan menjadi target yang jelas untuk dieliminasi,” kata Katz.

Peringatannya bahkan lebih spesifik. “Tidak peduli siapa namanya atau di mana dia bersembunyi,” cetusnya. Pernyataan keras itu sekaligus menegaskan bahwa perubahan kepemimpinan di Teheran sama sekali tidak mengubah permusuhan yang sudah berlangsung bertahun-tahun. Situasinya tetap panas, dan semua mata kini tertuju pada langkah pertama Mojtaba Khamenei.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar