JAKARTA Menjelang dibukanya bursa transfer Januari 2026, rumor tentang Jesse Lingard dan Persib Bandung kian panas. Bukan main, isu ini berpotensi menciptakan rekor baru di Liga 1 Indonesia.
Nama mantan gelandang Manchester United itu mencuat setelah statusnya resmi menjadi free agent per 1 Januari. Kontraknya dengan FC Seoul di Korea Selatan memang berakhir di penghujung 2025. Situasi ini, tentu saja, jadi peluang emas bagi klub mana pun termasuk Persib untuk memboyongnya tanpa perlu membayar mahal.
Kalau benar terjadi, perpindahan ini bakal jadi gebrakan. Lingard diproyeksikan langsung menjadi pemain dengan nilai pasar termahal sepanjang sejarah kompetisi kita. Angkanya disebut-sebut mencapai €2,20 juta, atau sekitar Rp38,24 miliar. Jauh di atas valuasi Thom Haye, gelandang naturalisasi Persib saat ini, yang ‘hanya’ sekitar Rp17,38 miliar.
Lingard jelas bukan nama sembarangan. Jejaknya di level elite Eropa, terutama selama membela Setan Merah, adalah daya tarik utamanya. Ia juga pernah berseragam West Ham United dan Nottingham Forest sebelum memutuskan hijrah ke Asia. Di tingkat internasional, ia adalah bagian dari skuad Inggris di Piala Dunia 2018, dengan catatan satu gol dan dua assist.
Selama membela FC Seoul sepanjang 2025, performanya cukup meyakinkan. Sepuluh gol dari 34 penampilan liga membuktikan bahwa kualitasnya masih ada, meski tak lagi di Eropa. Statistik itu membuatnya tetap diperhitungkan sebagai gelandang serang yang berpengaruh.
Di sisi lain, isu ketertarikan Persib ini punya koneksi yang menarik. Agen yang menaungi Lingard, Wasserman, ternyata juga menangani penyerang Persib, Andrew Jung. Hubungan ini bisa membuka jalur komunikasi yang lebih lancar, meski sampai sekarang belum ada konfirmasi resmi dari klub maupun pemain.
Respons para Bobotoh di media sosial? Sangat antusias. Banyak yang berharap kedatangan Lingard bisa mendongkrak performa Persib di putaran kedua Liga 1 2025/2026. Tak hanya itu, kehadiran bintang berlabel internasional seperti dia juga diyakini bisa meningkatkan pamor liga nasional di mata dunia.
Secara teknis, Lingard diproyeksikan mengisi peran gelandang serang nomor 10 posisi yang sangat krusial dalam skema permainan Persib. Pengalamannya di Premier League dan Liga Korea dinilai bisa memberi warna baru, terutama dalam membongkar pertahanan lawan di laga-laga penting.
Perbandingan dengan Thom Haye pun jadi tak terhindarkan. Haye, yang baru bergabung akhir Agustus 2025, saat ini memang memegang status sebagai pemain termahal di Liga 1. Kehadirannya sudah menaikkan valuasi skuad Persib secara signifikan. Tapi, kalau Lingard benar-benar datang, rekor Haye dipastikan akan pecah. Ini akan jadi tonggak baru, sekaligus sinyal bahwa daya tarik liga kita semakin diperhitungkan.
Persib sendiri sedang dalam kondisi prima. Mereka adalah juara paruh musim dengan koleksi 38 poin. Namun begitu, semua kabar soal Lingard masih sebatas rumor. Manajemen klub belum mengeluarkan pernyataan apa pun.
Bursa transfer Januari masih panjang. Publik kini hanya bisa menunggu: akankah rumor besar ini berujung pada pengumuman spektakuler, atau hanya jadi sekadar desas-desus yang menguap begitu saja?
Mengenai sosoknya, Jesse Lingard lahir di Warrington, Inggris, pada 15 Desember 1992. Ia adalah produk akademi Manchester United dan menghabiskan sebagian besar kariernya di klub tersebut sejak debut senior tahun 2014. Bersama MU, ia mengoleksi ratusan penampilan dan sejumlah gelar, termasuk Piala FA dan Liga Europa.
Setelah masa panjang di Old Trafford, petualangannya berlanjut ke West Ham dan Nottingham Forest. Langkah mengejutkannya terjadi pada 2024, saat ia memilih hijrah ke FC Seoul di Korea. Keputusan yang awalnya diragukan, tapi dibuktikannya dengan performa yang tetap kompetitif.
Kini, di usia 33 tahun, Lingard berada di persimpangan. Status bebas transfer membuka banyak pintu. Dan kemungkinan melanjutkan petualangan di Asia Tenggara bersama Persib Bandung, bisa jadi menjadi babak baru yang tak terduga dalam catatan kariernya.
Artikel Terkait
Gagal Penalti Maxwell Souza Bikin Persija Kehilangan Momentum di Bali
Persebaya Hadapi Malut United Tanpa Empat Pilar Utama Senilai Rp20 Miliar
Persebaya Hadapi Malut United dengan Empat Pilar Inti Absen
Cedera Lutut Jadi Tantangan Utama Megawati di Pasar Transfer V-League Korea