HARIAN, TERNATE – Pukulan telak untuk Persebaya. Menjelang bentrok dengan Malut United di Stadion Kie Raha, empat pilar utama mereka dipastikan absen. Dua nama besarnya, Bruno Moreira dan Ernando Ari, masuk dalam daftar itu. Situasinya jelas berat.
Selain duo tersebut, Gali Freitas dan Rachmat Irianto juga tak bisa turun. Kepergian mereka bukan cuma soal taktik, tapi juga merontokkan nilai skuad. Siapa yang bakal menggantikan? Pertanyaan itu menggantung di ruang ganti.
Yang bikin pusing, total nilai pasar keempat pemain itu tembus Rp20 miliar lebih. Kekuatan Green Force terkikis signifikan di pekan ke-29 Super League Indonesia 2025/2026 ini. Pertandingannya sendiri digelar Kamis, 23 April 2026, pukul 19.00 WIB.
Tekanan makin menjadi. Persebaya datang dengan beban dua kekalahan beruntun. Produktivitas gol mereka menurun, sorotan media makin terasa panas. Laga ini benar-benar ujian.
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, tak menampik situasi sulit ini. Ia justru mengingatkan soal efektivitas lawan.
“Mereka tim yang sangat efektif. Tidak butuh banyak peluang untuk mencetak gol, bahkan setengah peluang pun bisa mereka manfaatkan,” ujarnya dalam konferensi pers.
Bernardo menegaskan, fokus dan mentalitas adalah kunci mutlak.
“Kami harus tetap fokus dan tidak mengulangi kesalahan yang sama. Apa yang kami lakukan di lapangan besok akan sangat penting. Kami harus menunjukkan bahwa kami adalah tim yang kuat,” sambungnya.
“Yang paling penting, pemain harus menikmati permainan. Jika mereka menikmati, mereka akan lebih fokus dan memiliki mentalitas yang lebih kuat,” tandas pelatih asal Portugal itu.
Memang, masalah Persebaya bukan cuma performa. Komposisi skuad mereka pincang. Gali Freitas, misalnya, absen karena akumulasi kartu. Padahal, pemain bernilai Rp3,48 miliar itu jadi bagian penting skema serangan.
Ernando Ari dan Bruno Moreira pun masih diragukan tampil. Sang kiper (Rp5,21 miliar) adalah sosok krusial di bawah mistar. Sementara Bruno (Rp6,95 miliar) adalah motor kreativitas serangan. Belum lagi kabar buruk dari Rachmat Irianto. Gelandang bertahan itu harus menjalani operasi lutut kanan dan kemungkinan besar absen hingga akhir musim. Nilainya sendiri mencapai Rp4,35 miliar.
Kalau dijumlah, ya, angka fantastis itu muncul: lebih dari Rp20 miliar menguap dari skuad. Kehilangan sebesar itu langsung terasa, terutama dalam transisi dan penyelesaian akhir.
Lalu, bagaimana dengan Malut United?
Di sisi lain, kondisi tuan rumah juga nggak ideal. Tim asuhan Hendri Susilo ini sedang terpuruk. Mereka gagal menang dalam empat laga terakhir, termasuk dua kekalahan beruntun dari Bali United dan Dewa United.
Masalah utama ada di pertahanan yang bolong-bolong. Sudah 10 gol mereka kemas dalam empat pertandingan terakhir. Angka yang cukup mengkhawatirkan.
“Malut United saat ini dalam keadaan tidak baik-baik saja. Artinya banyak faktor, cuma pada intinya kita tetap akan berjuang, bekerja keras untuk kembali ke trek yang sebenarnya, Malut United yang sebenarnya,” ujar Hendri Susilo.
Meski begitu, secercah harapan masih ada. Potensi kembalinya duet Nielson Junior dan Gustavo Franca di lini belakang bisa jadi solusi untuk memperbaiki performa defensif yang amburadul itu.
Intinya, pertandingan ini bakal berlangsung dengan tekanan tinggi untuk kedua kubu. Persebaya dan Malut United sama-sama mati-matian butuh tiga angka buat keluar dari situasi sulit.
Efektivitas memanfaatkan peluang dan kekuatan mental bakal jadi penentu. Persebaya mungkin datang dengan skuad yang tak lengkap, tapi semangat juang tetap jadi modal. Sementara Malut United akan andalkan dukungan gemuruh suporter Kie Raha untuk membalikkan keadaan.
Ini bukan cuma pertarungan taktik. Lebih dari itu, ini ujian karakter. Siapa yang tahan banting, dialah yang punya peluang besar untuk tersenyum di akhir laga. (")
Artikel Terkait
Veda Ega Pratama Pimpin Klasemen Rookie Moto3 Meski Sempat Tersandung di Austin
Gagal Penalti Maxwell Souza Bikin Persija Kehilangan Momentum di Bali
Persebaya Hadapi Malut United dengan Empat Pilar Inti Absen
Cedera Lutut Jadi Tantangan Utama Megawati di Pasar Transfer V-League Korea