Iran Tegaskan Tak Tunduk pada Ancaman AS, Harga Minyak Melonjak

- Senin, 13 April 2026 | 06:45 WIB
Iran Tegaskan Tak Tunduk pada Ancaman AS, Harga Minyak Melonjak

Gelombang Baru di Selat Hormuz

Pemicu ketegangan kali ini datang dari rencana AS untuk memblokade aktivitas pelayaran di Selat Hormuz. Militer AS melalui US Central Command menyatakan blokade terhadap kapal yang menuju atau berasal dari pelabuhan Iran akan mulai berlaku pada 13 April.

Langkah Trump ini langsung mendapat reaksi. Islamic Revolutionary Guard Corps memberi peringatan bahwa kehadiran kapal militer AS di sekitar selat itu bisa dianggap melanggar gencatan senjata. Trump juga kembali melemparkan ancaman, kali ini sasaranannya infrastruktur energi Iran jika kesepakatan damai tak kunjung tercapai.

Dampaknya langsung terasa. Pasar energi global pun gempar. Harga minyak mentah dunia melonjak tajam. Brent sempat naik lebih dari 7% mendekati US$102 per barel, sementara minyak mentah AS meroket sekitar 8% ke level di atas US$104.

Wajar saja pasar bereaksi kuat. Selat Hormuz bukan jalur sembarangan. Sekitar seperlima pasokan minyak global termasuk dari raksasa eksportir seperti Arab Saudi, Irak, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Iran sendiri harus melewati selat sempit yang strategis ini setiap harinya. Blokade di sini berarti mengganggu urat nadi energi dunia.

Editor: Raditya Aulia


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar