Suasana antara Iran dan Amerika Serikat masih panas. Bahkan, tensi yang tinggi itu kini merambah ke forum Dewan Keamanan PBB, menunjukkan betapa runyamnya situasi.
Kalau dirunut ke belakang, kerenggangan ini mulai mengeras saat gelombang protes anti-pemerintah melanda Iran. Dalam beberapa kesempatan, AS dianggap ikut campur tangan. Mereka dinilai menyelusup ke urusan domestik Iran, sebuah langkah yang tentu saja ditanggapi dengan sinis oleh Tehran.
Namun begitu, AS tampaknya tak mau berhenti di situ. Mereka bahkan terang-terangan membuka opsi untuk mengambil tindakan yang lebih keras, jika situasi di Iran dinilai kian memburuk. Semuanya jadi makin rumit dengan tuduhan yang dilontarkan Iran: bahwa demonstrasi berdarah di negara mereka didalangi oleh AS dan Israel.
Merespons semua tekanan ini, Iran pun mengambil langkah tegas. Mereka memutuskan untuk menutup sementara wilayah udaranya. Keputusan ini mulai berlaku hari ini.
Menurut pemberitahuan resmi yang dilansir Anadolu Agency, hanya penerbangan sipil internasional dengan izin khusus dari otoritas penerbangan sipil Iran yang diizinkan masuk atau keluar. Untuk sementara, semua lalu lintas udara lainnya benar-benar dihentikan.
Belum jelas sampai kapan pembatasan ketat ini akan berlangsung. Yang pasti, langkah ini adalah sinyal kuat dari Tehran sebuah cara mereka menunjukkan kedaulatan di tengah tekanan yang makin menjadi.
Artikel Terkait
Prabowo Targetkan Bangun dan Renovasi 400 Rumah Sakit di Seluruh Kabupaten dalam Tiga Tahun
Mobil Pengangkut Makan Bergizi Gratis Tersangkut Separator di Depok Akibat Sopir Lupa Rem Tangan
PT Global Loyalty Indonesia Bantah Giorgio Antonio Chandra Berstatus CEO dan Pemilik Perusahaan
Akademisi Apresiasi Langkah Dasco Fasilitasi Pertemuan BI dan Kemenkeu di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global