JAKARTA Tekanan dan ancaman dari Amerika Serikat? Iran dengan tegas menyatakan tidak akan tunduk. Pernyataan keras ini disampaikan di tengah proses perundingan yang masih berlangsung antara kedua negara yang kerap bersitegang.
Mohammad Baqer Qalibaf, Ketua Parlemen Iran yang juga terlibat dalam negosiasi, mengklaim negaranya telah menunjukkan itikad baik. Menurutnya, inisiatif-inisiatif positif dari Teheran-lah yang mendorong kemajuan dalam pembicaraan diplomatik ini. Pernyataannya dikutip media pemerintah Iran, Minggu (13/4/2026).
Namun begitu, ada pesan yang sangat jelas: ancaman terbaru dari Presiden AS Donald Trump tidak akan menggoyahkan sikap Iran. Mereka sudah siap menghadapi segala kemungkinan.
“Kalau kalian memilih perang, kami pun siap berperang. Tapi jika kalian datang dengan logika, jawaban kami juga akan logis. Ancaman apa pun tidak akan membuat kami menyerah. Silakan coba lagi tekad kami, dan kami akan beri pelajaran yang lebih besar,” tegas Qalibaf, seperti dilaporkan The Guardian.
Jadi, posisi Iran cukup gamblang. Di satu sisi, mereka terbuka untuk pendekatan rasional di meja diplomasi. Di sisi lain, respons tegas dan proporsional akan diberikan jika menghadapi tekanan. Pernyataan Qalibaf ini muncul saat hubungan Washington dan Teheran kembali memanas, meski upaya-upaya dialog untuk meredakan ketegangan di Timur Tengah terus diupayakan.
Artikel Terkait
Dekan FH UI Buka Suara Soal Percakapan Diduga Melecehkan Perempuan
DPR Kumpulkan Masukan untuk Revisi UU Peternakan dan Kesehatan Hewan
Paus Leo XIV Tanggapi Kritik Trump dengan Sikap Tenang dan Seruan Damai
95 Tewas dalam Tiga Hari Pertama Perayaan Songkran di Thailand