Nah, di sinilah koneksinya terlihat jelas. Hitachi Construction Machinery Co. Ltd, tempat kedua mantan direktur itu membangun karier, ternyata adalah pemegang saham pengendali Hexindo bersama Itochu Corporation. Hubungan bisnisnya memang erat. Hexindo sendiri dikenal sebagai distributor alat berat merek Hitachi di Indonesia. Mereka juga menjual produk dari Bell dan Foton.
Jadi, RUPSLB yang dijadwalkan pada 19 Mei 2026 itu intinya untuk meminta persetujuan pemegang saham atas pengunduran diri kedua direktur tersebut. Bagi investor yang ingin hadir, catat baik-baik: batas pencatatan kepemilikan saham adalah 24 April 2026.
Perubahan di tubuh direksi ini tentu jadi perhatian. Bagaimana kelanjutannya, kita tunggu saja hasil rapat nanti.
(Rahmat Fiansyah)
Artikel Terkait
Dekan FH UI Buka Suara Soal Percakapan Diduga Melecehkan Perempuan
DPR Kumpulkan Masukan untuk Revisi UU Peternakan dan Kesehatan Hewan
Paus Leo XIV Tanggapi Kritik Trump dengan Sikap Tenang dan Seruan Damai
95 Tewas dalam Tiga Hari Pertama Perayaan Songkran di Thailand