"Cuma pas lihat dulu ke inkubator kok enggak ada anak saya. Saya tarik si ibunya, (saya bilang) kok ini selimut baju sama topi kayak punya anak saya. Pas lihat muka, iya ini anak saya," kenang Nina.
Panik, ia berteriak minta tolong pada perawat yang ada di sekitar. Tanggapan yang diterima justru bikin hati Nina semakin panas. Seorang perawat mengaku menyerahkan bayinya kepada perempuan tak dikenal itu. Alasannya? Saat nama Nina dipanggil, tak ada yang menjawab. Karena cuma perempuan itu yang ada di lokasi, sang perawat pun mengira dialah ibunya.
"Langsung panggil-panggil suster, (mereka bilang) 'tadi saya panggil-panggil nama Ibu Nina kenapa enggak ada? ya sudah saya kasihin (karena) sudah enggak ada yang nyaut kirain saya itu kan Ibu," ungkap Nina menirukan ucapan perawat.
Tapi keanehan tak berhenti di situ. Saat Nina melaporkan kejadian itu pada petugas keamanan, responsnya terasa lamban, bahkan ketika bayinya masih dalam gendongan orang asing. Yang membuatnya semakin geram, di puncak kepanikan itu, justru ada yang memintanya memberi rating pelayanan rumah sakit.
Nina pun menyoroti satu hal lain yang ia anggap sangat mencurigakan: gelang identitas bayinya ternyata digunting. Baginya, ini bukan sekadar kelalaian. Ini sebuah kesalahan yang hampir berakibat fatal. Kekecewaannya pada pelayanan RSHS Bandung, khususnya pihak perawat, masih terasa sangat mendalam.
Artikel Terkait
Baskara Mahendra: Dari Finalis Abang None hingga Bintang Film Pemenang Penghargaan
Forum Korban Desak DPR Evaluasi UU Perdagangan Berjangka
Rumah Terduga Bandar Narkoba Digeruduk Massa, Kericuhan Keempat Terjadi di Rohil
Gagalnya Perundingan AS-Iran Dorong Harga Minyak Tembus US$100, Saham Migas RI Menguat