Memasuki babak kedua, Thailand seperti mendapat energi baru. Mereka menekan lebih agresif, memaksa Indonesia bertahan lebih dalam. Beberapa peluang tercipta, tapi pertahanan masih bisa bertahan.
Tekanan yang terus-menerus akhirnya membuahkan hasil di menit ke-31. Panut Kittipanuwong mendapat celah sesaat di luar kotak penalti. Tanpa pikir panjang, ia melepaskan tendangan keras dan rendah. Bola menyusur tanah, melewati kerumunan pemain, dan masuk ke sudut gawang. 2-1 untuk Thailand.
Gol kedua itu seolah mengunci permainan. Thailand bermain lebih leluasa, sementara Indonesia, yang harus bermain dengan satu pemain kurang, kesulitan bangkit. Beberapa kesalahan individu sempat terjadi, meski kiper Angga Ariansyah masih beberapa kali melakukan penyelamatan penting.
Di tiga menit terakhir, tim Garuda mencoba strategi terakhir: power play. Kiper Angga ditarik keluar dan digantikan oleh Guntur Sulistyo sebagai field player. Keputusan nekat ini hampir membuahkan hasil. Dalam situasi kacau di depan gawang Thailand, Imam Anshori sempat menyundul bola dari jarak dekat. Sayang sekali, bola masih membentur tiang! Peluang emas terakhir itu lenyap begitu saja.
Peluit panjang akhirnya berbunyi. Thailand sukses mempertahankan keunggulan 2-1, merayakan gelar juara di tanah sendiri. Sementara bagi Indonesia, perjalanan impresif harus berakhir dengan rasa kecewa. Medali perak, meski membanggakan, terasa belum cukup. Mereka pulang dengan satu tekad: lain kali, harus lebih baik lagi.
Artikel Terkait
BMKG: Hujan Ringan Guyur Banyak Wilayah, Waspada Potensi Hujan Petir di Bandung dan Lampung
The Story So Far dan New Found Glory Batal Tampil di Hammersonic 2026
Pengadilan Militer Dengar Eksepsi Tiga Prajurit TNI AD Terdakwa Penculikan dan Pembunuhan
Pelatih Malut United Soroti Ketidakpatuhan Pemain Usai Takluk di Kandang Sendiri