Namun begitu, dampaknya tak hanya dirasakan pengguna. Para pedagang plastik sendiri ikut merasakan imbasnya. Intan Kusuman, salah satunya, mengaku omzetnya anjlok sejak harga naik.
“Penurunannya sangat terasa. Ya, semoga keadaan seperti ini cepat berlalu. Agar perekonomian bisa stabil kembali,” harapnya.
Menghadapi situasi ini, pemerintah pun mulai bergerak. Langkah mitigasi disiapkan, mulai dari memantau harga komoditas global, berupaya mengamankan pasokan bahan baku, hingga mendorong pengembangan kemasan alternatif. Bioplastik dari rumput laut disebut-sebut sebagai salah satu solusi ramah lingkungan yang dipertimbangkan.
Tak hanya itu, ada juga wacana pemberian subsidi, penguatan ‘rumah kemasan’, serta penyesuaian kebijakan impor. Tujuannya jelas: menjaga stabilitas pasokan dan membantu usaha mikro dan kecil bertahan di tengah gejolak harga ini.
Editor: Redaktur TVRINews
Artikel Terkait
Persija Gelar Workshop Fotografi ke-5 di Sela Laga Kandang
Korban Penyekatan Air Keras Tolak Kasusnya Diadili di Peradilan Militer
BMKG Pastikan Cahaya Misterius di Langit Malang adalah Sampah Antariksa
Hexindo Gelar RUPSLB Usai Mundurnya Dua Direktur Asal Jepang