Selat Hormuz kembali memanas. Amerika Serikat baru saja mengumumkan dua kapal perangnya telah melintasi selat itu, dengan misi mulai membersihkan ranjau yang mereka klaim dipasang oleh Iran. Langkah ini langsung dibalas dengan ancaman keras dari Garda Revolusi Iran. Mereka berjanji akan menindak tegas setiap kapal militer yang melintasi jalur air strategis tersebut.
Pengumuman dari AS ini muncul tak lama setelah pernyataan Presiden Donald Trump. Trump menyebut Washington telah memulai proses 'pembersihan' di selat yang menjadi urat nadi minyak dunia sekitar seperlima minyak mentah global melewatinya. Menurut laporan AFP pada Minggu (12/4/2026), ini adalah transit pertama sejak konflik AS-Israel dengan Iran pecah.
Komandan Komando Pusat AS, Laksamana Brad Cooper, memberikan pernyataan resmi.
"Hari ini, kami memulai proses untuk membangun jalur baru," ujarnya. "Jalur aman ini akan segera kami bagikan ke industri maritim. Tujuannya jelas: mendorong arus perdagangan yang bebas dan tidak terganggu."
Artikel Terkait
Vietnam Undang Paus Leo XIV, Kunjungan Bersejarah Diantisipasi
Wamenkominfo: AI Kunci Genjot Produktivitas dan Keberlanjutan Pertanian
Letnan Jepang Bertahan di Hutan Filipina 29 Tahun Usai Perang Dunia II
Bareskrim Lacak Aset Tersangka Penipuan Dana Syariah Rp2,4 Triliun