Operasi ini melibatkan dua kapal perusak rudal: USS Frank E. Peterson dan USS Michael Murphy. Namun begitu, CENTCOM memberi sinyal bahwa kekuatan mereka belum berhenti di situ. Dalam beberapa hari ke depan, pasukan tambahan AS termasuk drone bawah air bisa saja bergabung dalam upaya pembersihan ranjau ini.
Di sisi lain, Teheran langsung membantah klaim Washington. Mereka menyangkal kapal-kapal AS itu bahkan memasuki selat. Juru bicara militer Iran, Ebrahim Zolfaghari, menegaskan bahwa kendali penuh atas izin melintasi Selat Hormuz ada di tangan mereka.
"Inisiatif untuk melewati kapal mana pun," katanya dalam siaran televisi pemerintah, "berada di tangan angkatan bersenjata Republik Islam Iran."
Pernyataan itu sekaligus menjadi penegasan: situasi di lapangan masih sangat cair, dan klaim dari kedua belah pihak saling bersilangan. Ketegangan di perairan sempit itu, tampaknya, masih akan berlanjut.
Artikel Terkait
Vietnam Undang Paus Leo XIV, Kunjungan Bersejarah Diantisipasi
Wamenkominfo: AI Kunci Genjot Produktivitas dan Keberlanjutan Pertanian
Letnan Jepang Bertahan di Hutan Filipina 29 Tahun Usai Perang Dunia II
Bareskrim Lacak Aset Tersangka Penipuan Dana Syariah Rp2,4 Triliun