Negeri di kaki pegunungan Himalaya itu tampaknya sedang mengosongkan lumbung digitalnya. Ya, Bhutan secara drastis mengurangi simpanan bitcoin milik negara. Padahal, catatan di 2024 menunjukkan mereka memegang sekitar 13.000 BTC. Kini, cadangannya tinggal sisa-sisa.
Menurut data dari Arkham Intelligence, dalam kurun kurang dari dua tahun, lebih dari separuh aset kripto kerajaan itu telah raib. Angka terbaru yang terpantau cuma sekitar 3.954 bitcoin. Itu artinya, mereka telah melepas lebih dari 9.000 keping BTC.
Kalau dirupiahkan, penjualan itu nilainya fantastis: sekitar 640 juta dolar AS! Tahun ini saja, transfer yang dilakukan berkisar antara 120 hingga 215 juta dolar.
Lantas, bagaimana caranya agar penjualan sebesar itu tidak membuat pasar kripto jungkir balik? Rupanya, strateginya dijaga agar tidak membanjiri pasar sekaligus. Semua dilakukan bertahap.
“Penjualan dilakukan secara perlahan untuk menghindari tekanan besar pada pasar,” demikian penjelasan yang beredar.
Semua transaksi itu dijalankan oleh Druk Holding & Investments, lembaga investasi milik negara. Mereka tak main asal jual. Ada skema yang cermat: transaksi bertahap, memakai mitra institusional ternama, dan mendistribusikan aset lewat berbagai dompet serta bursa. Beberapa nama besar seperti Galaxy Digital dan OKX disebut-sebut terlibat dalam jaringan ini.
Artikel Terkait
Pasokan Minyak Global Krisis, Harga Fisik Tembus Rekor Tertinggi
Dua Perempuan di Lebak Jadi Tersangka Usai Injak Al-Quran untuk Sumpah
Persija Gilas Persebaya 3-0, Eksel Runtukahu Cetak Brace
Harga Emas 24K Tembus Rp2,49 Juta per Gram, Buyback Lebih Tinggi dari Harga Jual