Ikan sapu-sapu sedang jadi sasaran empuk. Bukan cuma warga biasa, tapi juga aparat pemerintah dan bahkan anggota TNI ikut turun tangan menjaring mereka. Tujuannya satu: menyelamatkan lingkungan dari invasi ikan ini.
Semua berawal dari keprihatinan masyarakat Jakarta melihat kondisi Sungai Ciliwung. Di sana, populasi sapu-sapu meledak luar biasa. Kenapa? Sangat sederhana: mereka tak punya musuh alami di habitat barunya itu.
Tanpa predator yang mengontrol, ikan bernama ilmiah Hypostomus plecostomus itu berkembang biak dengan cepat sekali. Akibatnya, mereka mendominasi bahkan menguasai ekosistem air tawar di Ibu Kota. Keseimbangan alam pun terganggu.
Di sisi lain, gelombang perburuan makin kencang setelah video-video penangkapan ramai beredar di media sosial. Kekhawatiran akan rusaknya ekosistem air tawar mendorong banyak orang untuk ambil bagian, entah dengan jaring atau langsung menangkap pakai tangan.
Kini, gerakan itu makin masif. Pemerintah dan TNI resmi turun lapangan. Upaya kolektif ini diharapkan bisa meredam laju populasi si ikan invasif.
Artikel Terkait
Bupati Tulungagung Ditahan KPK Terkait Dugaan Pemerasan
Kapolda Riau Serukan Kewajiban Moral Kolektif dalam Festival Seni Konservasi Gajah
12 Pejabat Tulungagung Diperiksa KPK di Jakarta, Termasuk Adik Bupati
KPK Tetapkan Bupati Tulungagung Tersangka, Sita Uang Rp335 Juta dan Sepatu Louis Vuitton Rp129 Juta