Harga Emas Anjlok 12% pada Maret 2026, Catat Bulan Terburuk Sejak 2013

- Sabtu, 11 April 2026 | 18:15 WIB
Harga Emas Anjlok 12% pada Maret 2026, Catat Bulan Terburuk Sejak 2013

“Arus masuk di Asia mencapai US$1,9 miliar. Ini menjadi kontributor positif yang mencerminkan kuatnya minat beli di Asia meskipun tonasenya lebih kecil dibandingkan aksi jual di wilayah lain,”

Demikian bunyi kutipan laporan WGC yang dirilis Sabtu (11/4/2026).

Pasar derivatif juga ikut merasakan dampaknya. Posisi beli bersih investor di COMEX menyusut cukup signifikan, sekitar US$2 miliar atau 19 ton. Tapi jangan salah, di balik aksi ambil untung dan pembalikan tren yang masif ini, laporan itu mencatat sesuatu. Sentimen investor jangka panjang ternyata masih menunjukkan bias beli yang kuat. Mereka belum benar-benar kapok.

Faktor lain yang turut bermain adalah penguatan dolar AS dan imbal hasil obligasi yang merangkak naik. Keduanya seperti mempercepat tekanan pada daya tarik emas sebagai safe haven.

Pada intinya, WGC memandang volatilitas di Maret lalu sebagai gambaran nyata betapa sensitifnya harga emas. Perubahan arus modal global, terutama yang dipicu oleh pergeseran ekspektasi kebijakan bank sentral, bisa dengan cepat mengubah permainan. Emas, yang sering dianggap sebagai pelabuhan aman, ternyata tak luput dari terpaan badai di pasar keuangan.

Catatan: Berita ini disajikan untuk informasi, bukan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual instrumen investasi. Setiap keputusan investasi adalah tanggung jawab penuh pembaca. Media ini tidak bertanggung jawab atas segala kerugian atau keuntungan yang mungkin timbul.

Editor: Handoko Prasetyo


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar