Aspek lain yang diawasi ketat adalah frekuensi radio. Sebanyak 31.682 frekuensi operasional dipantau, terutama yang terkait layanan vital seperti transportasi. Tujuannya jelas: menjaga keselamatan perjalanan mudik.
“Pengawasan frekuensi ini krusial. Ini langsung berhubungan dengan nyawa orang banyak,” tegas Wayan.
Kabar baiknya, pemantauan intensif ini juga tidak menemukan perangkat ilegal, seperti BTS palsu, di sepanjang jalur mudik. Itu tentu melegakan.
Posko RAFI sendiri berjaga dari 13 hingga 30 Maret lalu. Dukungan datang dari 35 posko pemantauan dan 9 posko utama yang tersebar di titik-titik strategis.
Ke depan, rencananya pengawasan akan diperketat lagi. Kesiapan jaringan di lokasi rawan lonjakan akan ditingkatkan, begitu pula kecepatan respons jika ada masalah. Langkah ini diharapkan bisa menjaga konektivitas nasional agar tetap andal, terutama saat momen-momen penting seperti hari raya.
Jadi, secara keseluruhan, laporan ini cukup positif. Jaringan telekomunikasi sepertinya berhasil melewati ujian berat musim mudik kali ini. Tapi tantangan tahun depan, tentu saja, bisa saja berbeda.
Artikel Terkait
Iran Klaim Kemenangan dan Tegaskan Kendali Baru atas Selat Hormuz
Akademisi Saiful Mujani Dilaporkan ke Polda Terkait Dugaan Penghasutan
KPK Periksa Tujuh ASN Pekalongan Terkait Dugaan Intervensi Bupati Nonaktif
KPK Tangkap 16 Orang dalam OTT, Termasuk Bupati Tulungagung