Kekhawatiran Dewi sebenarnya cukup konkret. Dia takut akun bodong itu dipakai untuk hal-hal yang bisa merusak nama baiknya. Bayangkan saja kalau akun itu dipakai untuk mengganggu orang, misalnya menghubungi para suami. "Nanti dia menghubungi bapak-bapak yang sudah punya istri pula kan. Ngamuk-ngamuk lah nanti istri seluruh Indonesia ke aku. Kan ramai jadinya. Padahal kan bukan saya yang ada di balik akun itu," tuturnya lagi dengan nada prihatin.
Nah, yang menarik dari kasus ini adalah siapa pelakunya. Dewi punya firasat kuat bahwa orang di balik akun palsu itu bukan orang jauh. Melainkan, seseorang yang pernah dekat dan punya akses ke informasi pribadinya. Bagaimana tidak? Pelaku bisa mengakses data seperti NPWP dan KTP untuk proses verifikasi.
"Aku curiga, ini orang pernah jadi bagian dari tim aku. Intinya, dekatlah sama aku. Enggak mungkin dong dia tahu NPWP dan KTP aku kalau bukan orang yang selalu ada di sekitar aku," papar Dewi Murya Agung nama aslinya dengan keyakinan.
Jadi, ini bukan cuma soal laporan biasa. Ada nuansa pengkhianatan dan kelelahan seorang publik figur yang merasa data dirinya dipermainkan oleh orang yang mungkin pernah dipercaya. Sekarang, tinggal menunggu proses hukum yang akan berjalan. Dewi Perssik tampaknya sudah bulat. Dia tak mau lagi hanya memaafkan.
Artikel Terkait
Kejagung Kejar Aset Riza Chalid Usai Penetapan Tersangka Baru
ITS Kembangkan Bensin Sawit Benwit sebagai Alternatif Energi Nasional
Timnas Futsal Indonesia Kalahkan Vietnam, Lolos ke Final Piala AFF 2026
FC Cincinnati Serius Incar Neymar, Komunikasi dengan Perwakilan Pemain Sudah Dibuka