Jakarta lagi-lagi dihebohkan dengan aksi premanisme. Kali ini, seorang pedagang bakso di kawasan Kampung Bali, Tanah Abang, jadi sasaran. Seorang pria tak dikenal mendatanginya, meminta uang setoran bulanan sebesar Rp100 ribu. Karena tak langsung dibayar, emosi si pelaku meledak. Mangkok-mangkok dagangan pedagang itu pun jadi sasaran amukan dan berhamburan di jalan.
Peristiwa memilukan ini terjadi di Jalan Taman Kebon Sirih. Menurut sejumlah saksi, pedagang bakso malang itu sempat meminta tenggang waktu, tapi justru berujung pada pengrusakan.
Merespon kejadian ini, Polda Metro Jaya angkat bicara. Mereka menegaskan sikap tegas terhadap segala bentuk tindakan semacam itu.
“Polda Metro Jaya tidak akan memberi ruang dalam aksi-aksi premanisme terkait matel, termasuk pemalakan terhadap para pedagang UMKM,” tegas Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, di kantornya pada Jumat (10/4/2026).
Budi menambahkan, pihaknya akan menindak tegas segala bentuk pemalakan atau tindakan melanggar hukum yang menyasar pedagang kecil. Jajaran kepolisian, kata dia, sudah siap bergerak untuk menindak siapa pun yang terbukti melakukan pelanggaran pidana.
Jadi, pesannya jelas. Praktik debt collector atau "mata elang" yang mengganggu ketertiban dan meresahkan masyarakat, sama sekali tak akan ditoleransi. Polda Metro Jaya berjanji akan membersihkan Jakarta dari aksi-aksi semacam ini.
Artikel Terkait
Ombudsman RI Baru Fokus Benahi Internal dan Dampingi Program Pemerintah
Bantuan Logistik Tiba Lewat Laut untuk Korban Gempa Susulan Batang Dua
Yusril Tegaskan Kasus Siram Air Keras Bukan Tindakan Terorisme
Partai Perindo Salurkan Bantuan Air dan Mie Instan untuk Korban Gempa Ternate