Alun-alun Rangkasbitung bakal kembali jadi sorotan. Pemerintah Kabupaten Lebak ternyata sudah menyiapkan anggaran baru untuk melanjutkan proyek revitalisasi yang sempat berjalan sebelumnya. Nilainya tak main-main, mencapai Rp 1 miliar.
Bupati Lebak, Hasbi Asyidiki Jayabaya, mengonfirmasi hal ini. Ia menyebut tahun 2026 nanti akan ada peningkatan kapasitas untuk ruang publik itu.
"Tahun 2026 ini akan ada peningkatan kapasitas, anggaran yang disiapkan Rp 1 miliar,"
Ucap Hasbi kepada wartawan, Selasa lalu. Sebelumnya, di tahun 2025, pemkab sudah menggelontorkan dana hampir Rp 5 miliar untuk penataan awal. Tapi, menurut penilaian Hasbi, masih ada yang kurang.
Fasilitas dasar seperti toilet umum dan jalur pejalan kaki yang nyaman, misalnya. Itu yang jadi perhatian utama sekarang.
"Toilet dan (jalur) pedestrian menjadi perhatian kami. Akan segera dikerjakan oleh Dinas PUPR,"
tambahnya.
Di sisi lain, program ini bukan cuma soal perbaikan fisik belaka. Bagi Hasbi, ini adalah langkah strategis untuk membenahi tata kota. Alun-alun, dalam pandangannya, adalah ikon sebuah daerah. Kalau ikonnya tertata rapi dan menarik, sinyalnya positif bagi para investor.
"Kalau kita sebagai pemerintah daerah tidak mulai memperbaiki tata kota, khususnya di Rangkasbitung sebagai ibu kota kabupaten, secara statistik 10 tahun terakhir tidak ada investor yang mau berinvestasi,"
penjelasannya cukup gamblang.
Namun begitu, ada persoalan lain yang menunggu: kehadiran pedagang kaki lima. Perda sudah jelas melarang PKL berjualan di kawasan alun-alun. Hasbi mengakui hal itu, tapi ia juga punya pertimbangan lain.
"Namun pemerintah harus tetap memikirkan dulu solusinya,"
katanya. Rencana penataan PKL pun akan segera menyusul, agar tak ada pihak yang merasa dirugikan. Revitalisasi alun-alun, tampaknya, adalah pekerjaan yang tak hanya butuh dana, tapi juga kebijaksanaan.
Artikel Terkait
Polres Metro Depok Bina 10 Pelaku Tawuran lewat Pesantren Kilat
Polisi Tangkap Komplotan Perampok Rp800 Juta di Lampung di Batu Bara
Mendagri Tito Tekankan Kecepatan dan Data Jadi Kunci Pemulihan Bencana Pidie Jaya
Trump Naikkan Rencana Tarif Global Jadi 15% Usai Dibatalkan Mahkamah Agung