Sebelumnya, Hilary Maxson bukan nama baru di dunia korporat. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Presiden Eksekitf dan CFO grup di Schneider Electric. Bahkan, ia menghabiskan waktu 12 tahun di AES Corporation, memegang berbagai peran kepemimpinan senior di bidang keuangan, strategi, dan merger-akuisisi.
Namun begitu, pengangkatan dengan paket menggiurkan ini justru memantik kemarahan. Di media sosial dan forum karyawan anonim, berita ini digambarkan bagai "tamparan" keras. Terutama bagi mereka yang tiba-tiba diberhentikan setelah bertahun-tahun mengabdi pada perusahaan.
Bayangkan saja, sementara puluhan ribu orang harus merelakan kursinya, di sisi lain perusahaan justru menyambut eksekutif baru dengan selamat datang yang sangat mewah. Kontrasnya sungguh mencolok dan sulit diterima akal sehat banyak orang.
Jadi, bagaimana pendapatmu soal situasi yang terjadi di Oracle ini? Sebuah langkah bisnis yang perlu diambil, atau keputusan yang terasa kehilangan sisi kemanusiaannya?
Artikel Terkait
Prabowo: Dana Rp31,3 Triliun Hasil Penyelamatan Negara Dapat Perbaiki 34 Ribu Sekolah
Empat Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Kembali Boleh Bermain di Belanda
Timnas Futsal Indonesia Hadapi Vietnam di Semifinal AFF 2026, Ulangi Final 2024?
Satpam di Surabaya Bobol TK Tempatnya Bekerja, Curi Rp43 Juta