"Presiden Prabowo sudah memberikan Perintah agar semua kenaikan biaya terkait dengan penerbangan tidak boleh dibebankan kepada jamaah, negara yg harus mencari solusi untuk meringankan. Maka, sekarang kami sedang mencari skema pembiayaan dari APBN dan Keuangan yg dikelola BPKH (Badan Pengelola Keuangan Haji)," jelas Dahnil.
Persoalan lain yang muncul adalah soal logistik di tanah suci. Konflik yang berkepanjangan berpotensi mengganggu pasokan. Tapi, menurut Dahnil, pemerintah kita sudah melakukan koordinasi intensif dengan Kerajaan Arab Saudi. Hasilnya cukup melegakan.
"Pemerintah kerajaan Saudi Arabia memberikan jaminan bahwa kesediaan logistik pangan, energi dan air selama musim haji 3 bulan ke depan lebih dari cukup, dan mereka memberikan jaminan bahwa pelaksanaan haji akan berjalan sebagaimana mestinya dan akan tetap aman dan nyaman," kata dia.
Di akhir perbincangan, Dahnil menutup dengan nada optimis dan penuh harap. "Insyaallah kita bisa beribadah dengan khusyuk, haji adalah ibadah yang menyerukan perdamaian," imbuhnya.
Jadi, meski awan konflik menggantung, semuanya berusaha dikondisikan agar ibadah haji nanti tetap tenang dan khidmat. Kita tunggu saja kelanjutannya.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Dikawal Enam Jet Tempur dalam Penerbangan ke Magelang, Sambut HUT ke-80 TNI AU
Pemerintah Arahkan Motor Listrik untuk Pasar Domestik, Motor BBM Digenjot Ekspor
Anggota DPR Ingatkan Ulang Ancaman Kolaps BPJS Kesehatan pada 2026
Ekonom: Ketegangan Timur Tengah dan Sinyal The Fed Tekan Rupiah