Dengan sifatnya yang stabil dalam jangka panjang, perusahaan bisa lebih leluasa menyusun strategi dan anggaran. Jadi, perencanaan keuangan jadi lebih terprediksi.
Ternyata, Jenisnya Beragam
Biaya tetap ternyata nggak cuma satu macam. Setidaknya ada tiga jenis yang perlu diketahui.
Pertama, ada yang namanya discretionary fixed cost atau biaya tetap diskresi. Ini adalah pengeluaran yang bisa dikurangi atau bahkan dihapus sama sekali kalau kondisi lagi nggak memungkinkan. Contohnya anggaran untuk pelatihan karyawan.
Kedua, committed fixed cost. Nah, ini kebalikannya. Biaya ini wajib dikeluarkan dan sulit untuk dihilangkan karena menyangkut operasional inti. Sewa dan gaji pokok masuk di sini.
Terakhir, separable fixed cost. Sesuai namanya, biaya ini bisa dipisahkan dan dialokasikan ke departemen atau cabang tertentu. Misalnya, biaya manajer yang khusus menangani satu divisi.
Langkah Perhitungannya
Setelah paham teorinya, tentu kita perlu tahu cara menghitungnya. Salah satu rumus yang umum dipakai adalah:
- Biaya Tetap = Total Biaya Produksi – (Biaya Variabel per Unit x Jumlah Unit Diproduksi)
Beberapa catatan penting sebelum menghitung. Pastikan kamu sudah mengelompokkan mana biaya tetap dan mana biaya variabel dengan benar sejak awal. Ini biar nggak tercampur.
Lalu, perhatikan urutan hitungnya. Kalikan dulu komponen yang di dalam kurung yaitu biaya variabel per unit dengan jumlah produksi. Hasil perkalian itu baru dikurangkan dari total biaya produksi.
Dengan begini, perhitungannya akan lebih akurat dan membantu pengambilan keputusan.
Artikel Terkait
Anggota DPR Ingatkan Ulang Ancaman Kolaps BPJS Kesehatan pada 2026
Ekonom: Ketegangan Timur Tengah dan Sinyal The Fed Tekan Rupiah
SIM Keliling Bandung Buka di Dua Titik Hari Ini, Khusus Perpanjang SIM A dan C
Lima Lembaga Intelijen yang Membentuk Peta Kekuatan Global