Ia lantas memberikan penguatan pada seluruh tim. Operasional harus terus berjalan, namun dengan satu prinsip utama: keselamatan adalah yang nomor satu. Mengingat status PTFI sebagai objek vital nasional, ia juga memastikan pengamanan ekstra dari aparat akan terus dilakukan.
Usia 59 tahun bagi perusahaan adalah pencapaian yang luar biasa. Tony pun menggarisbawahi hal ini. "59 tahun bukan waktu yang singkat," katanya. Hanya sedikit perusahaan, apalagi investasi asing, yang mampu bertahan selama itu di Indonesia. PTFI telah mencatat perjalanan panjang.
Kontribusinya ke negara pun tidak main-main. Sepanjang 2025 saja, setoran ke kas negara mencapai sekitar Rp70 triliun. Angka itu berasal dari berbagai bentuk: pajak, royalti, dividen, dan penerimaan lainnya.
Di sisi lain, komitmen pada masyarakat sekitar juga terus digaungkan. Berbagai program investasi sosial dijalankan untuk memberikan manfaat langsung. Pada 2025, nilai investasi sosialnya nyaris menyentuh Rp2 triliun. Dan itu akan terus bertambah sekitar 100 juta dolar AS atau setara Rp1,5 triliun per tahun hingga operasi penambangan benar-benar selesai.
Ini berjalan beriringan dengan peran perusahaan sebagai pencipta lapangan kerja. Lebih dari 30 ribu orang dipekerjakan, dengan komposisi sekitar 40 persen di antaranya adalah putra asli Papua.
Menatap ke depan, optimisme tetap dijaga. "Ke depan, kami optimistis kontribusi ini dapat terus meningkat," kata Tony. Hal ini didorong oleh harga komoditas mineral yang masih relatif tinggi. Namun begitu, semua itu harus sejalan dengan komitmen tak tergoyahkan pada standar keselamatan dan operasional yang ketat. Itulah inti dari praktik pertambangan yang bertanggung jawab.
Artikel Terkait
Hasan Nasbi Kritik Pernyataan Provokatif di Tengah Tantangan Global
Prabowo Perintahkan Pengawasan Ketat Pembangunan Sekolah Rakyat di Kalsel
Novel Baswedan Desak Pembentukan TGPF Independen untuk Kasus Penyekatan Andrie Yunus
Presiden Prabowo Janjikan Harga BBM Subsidi Tetap Terjangkau