Untuk menutupi kejahatannya, karung-karung berisi potongan tubuh itu dibawanya ke kebun di Desa Karang Dalam dan dikubur. Motifnya? Diduga dipicu emosi sesaat. Sang anak meminta uang kepada ibunya untuk bermain judi daring. Karena permintaannya tak dikabulkan, amarahnya meledak dan berujung pada tindakan tak terpikirkan ini.
Di sisi lain, pihak kepolisian menegaskan komitmen mereka menangani kasus seberat ini.
“Keberhasilan pengungkapan ini merupakan bukti profesionalisme Polri. Kami memastikan setiap pelaku kejahatan diproses sesuai hukum yang berlaku demi memberikan rasa keadilan bagi masyarakat,” tegas Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya.
Kasat Reskrim Polres Lahat, Muhammad Ridho Pradani, menyebut seluruh prosedur penyidikan telah dijalankan. Mulai dari olah TKP, evakuasi jenazah, pemeriksaan saksi, hingga visum. Saat ini, timnya masih mendalami dan melengkapi berkas perkara. Tujuannya satu: memastikan proses hukum berjalan optimal tanpa cacat.
Kasus ini tentu meninggalkan luka yang dalam. Bukan hanya bagi keluarga, tapi juga bagi warga sekitar yang masih sulit mempercayai kekejaman yang dilakukan seorang anak terhadap orang yang melahirkannya.
Artikel Terkait
Prabowo Tegaskan Subsidi BBM Dipertahankan untuk 80 Persen Rakyat Miskin
Banyumas Olah Sampah Jadi Bahan Bakar, Capai 100 Ton RDF per Hari
Australia dan Palembang Perdalam Kerja Sama Sanitasi dan Lingkungan
PT Freeport Indonesia Kenang 9 Korban Jiwa dalam Peringatan HUT ke-59