Ia lalu menambahkan, "Dengan kemudian kita mesti beralih ke energi berbasis fosil menjadi energi-energi baru terbarukan atau EBT yang salah satunya adalah berbasis listrik."
Di sisi lain, pemerintah merasa sudah mulai mengambil langkah konkret. Prasetyo menyoroti sejumlah kebijakan yang diklaim telah mengarah pada penguatan ekosistem energi bersih. Menurutnya, ini adalah bagian dari strategi jangka panjang untuk menjawab tantangan global, termasuk gejolak harga BBM dunia yang kerap dipengaruhi dinamika geopolitik.
"Kalau perhatikan beberapa waktu yang lalu pemerintah juga telah mengeluarkan kebijakan yang mengarah ke sana," imbuhnya.
Intinya, semua persiapan sedang dikerjakan. Prasetyo menegaskan komitmen itu. "Sebetulnya memang sudah dan sedang semua dikerjakan oleh pemerintah persiapan menuju ke arah kita ke penggunaan berbasis energi baru dan terbarukan," pungkasnya.
Jadi, peresmian pabrik di Magelang besok bisa dilihat sebagai sebuah penanda. Sebuah langkah nyata meski masih awal dari upaya besar mengalihkan arah energi negeri ini.
Artikel Terkait
Banyumas Olah Sampah Jadi Bahan Bakar, Capai 100 Ton RDF per Hari
Australia dan Palembang Perdalam Kerja Sama Sanitasi dan Lingkungan
PT Freeport Indonesia Kenang 9 Korban Jiwa dalam Peringatan HUT ke-59
Wanita dan Bayinya Tewas Diduga Usai Melahirkan di Kamar Mandi Kos Batam