Melalui simulasi di peta taktis itu, seluruh personel diharap punya cara bertindak yang sama. Keseragaman respons jadi kunci. "Kita ingin setiap potensi gangguan bisa diantisipasi sejak dini," jelas Asep. Dengan begitu, situasi bisa dikelola sebelum berkembang jadi masalah yang lebih besar.
Di sisi lain, sinergi antar kesatuan menjadi poin yang tak kalah vital. Kapolda menegaskan, tidak boleh ada keraguan dalam eksekusi di lapangan. Semua harus mengacu pada prosedur standar yang telah ditetapkan. "Kunci keberhasilan ada pada sinergi dan kesamaan persepsi," tegasnya.
Ia juga menyelipkan pesan tentang kehadiran Polri di tengah masyarakat. Bagi Asep, itu hal utama. Polri harus bisa dirasakan sebagai pelindung yang memberikan rasa aman dan nyaman. "Sehingga masyarakat benar-benar merasakan perlindungan dari negara," imbuhnya.
Pada akhirnya, TFG Sispamkota ini adalah salah satu cara Polda Metro Jaya memastikan kesiapan personelnya. Sebuah persiapan menghadapi kemungkinan terburuk, dengan harapan yang terbaik: stabilitas keamanan Ibu Kota yang tetap terjaga.
Artikel Terkait
Pemprov Kepri Bantah Isu Penghentian Total Ferry Malaysia-Tanjungpinang
UU HKPD Ancam TPP Ribuan ASN di Bangka Barat
Bangka Belitung Terapkan WFH untuk ASN, Layanan Publik Tetap Berjalan
Wisatawan Tewas Hanyut di Air Terjun Tibu Ijo Lombok Barat