Saat mau pindah, tiba-tiba Innova di belakangnya, B 1188 IP, membunyikan klakson panjang. Mishael pun urung pindah jalur.
Tapi di saat bersamaan, mobil Innova silver di depannya justru mulai memepet. Gerakannya agresif, tanpa memberi tanda untuk menepi. Mobil itu terus mendesak, membuat Mishael yang ada di dalam Grand Livina merasa ketakutan.
"Mishael takut, lalu menancap gas. Tapi ya tetap dikejar dan dipepet oleh mobil B 1856 URB itu," kata Ojo menirukan pengakuan korban.
Kejar-kejaran itu berakhir mendekati pintu keluar Tol Kemayoran. Mobil Mishael dihadang secara paksa oleh Innova silver. Pengemudinya turun, langsung emosi, dan berusaha merampas kunci kontak mobil Mishael.
"Turun satu orang laki-laki, mau ambil kunci sambil ngomong kasar. Tak lama, dari mobil Innova kedua (B 1188 IP) turun dua orang lagi, laki-laki dan perempuan. Yang laki-laki cuma memperhatikan, sementara yang perempuan mencoba melerai," tutur Ojo menggambarkan suasana saat itu.
Setelah keributan, tuntutan pun muncul. Pengemudi Innova silver minta ganti rugi dua juta rupiah untuk lecet di mobilnya. Mishael coba menawar jadi satu juta, tapi ditolak mentah-mentah.
"Nego lima menitan, tetap minta dua juta," ungkap Ojo.
Akibatnya, Mishael terpaksa menuruti. Dia mentransfer uang sebesar dua juta rupiah ke rekening bank atas nama Stephen. Baru setelah itu, masing-masing mobil melanjutkan perjalanan.
Artikel Terkait
Bigmo Minta Maaf Langsung kepada Azizah Salsha, Akhiri Konflik Hukum
Surabaya Blokir Layanan Publik bagi Mantan Suami Lalai Bayar Nafkah
Prabowo Targetkan Antrean Haji Lebih Singkat, Siapkan Terminal Khusus di Arab Saudi
Polda Sumsel Kembalikan 497 Kendaraan Hasil Ungkap Kasus Curanmor