Polda Sumsel Kembalikan 497 Kendaraan Hasil Ungkap Kasus Curanmor

- Rabu, 08 April 2026 | 17:55 WIB
Polda Sumsel Kembalikan 497 Kendaraan Hasil Ungkap Kasus Curanmor

Rabu pagi (8/4/2026) di Mapolda Sumsel, ada pemandangan yang cukup berbeda. Bukan rapat atau apel biasa, melainkan ratusan motor dan mobil berjejer. Itu adalah barang bukti hasil pengungkapan kasus curanmor yang siap dikembalikan. Polda Sumsel, lewat tangan Kapolda Irjen Sandi Nugroho, secara resmi menyerahkan hak atas kendaraan itu kembali ke pemiliknya yang sah.

Menurut Sandi Nugroho, kerja polisi takkan lengkap kalau hanya berhenti di penangkapan pelaku. "Mudah-mudahan pengungkapan dan pengembalian kendaraan ini bisa memberikan sedikit obat luka bagi masyarakat yang sempat kehilangan kendaraan bermotornya," ujarnya.

Dia melanjutkan, "Sehingga apa yang menjadi kedukaan warga bisa sedikit terobati."

Nada suaranya terdengar tulus. Hal ini bukan sekadar seremonial belaka, tapi bagian dari prinsip restorative justice yang coba dijalankan memulihkan keadaan, sebisa mungkin, ke kondisi sebelum kejahatan terjadi.

Secara total, ada 497 unit kendaraan yang akhirnya bisa pulang. Rinciannya, 10 mobil dan 487 sepeda motor. Jumlah itu sebetulnya hanya sebagian dari upaya besar yang dilakukan selama dua tahun terakhir. Dari total 3.430 kasus curanmor yang berhasil diungkap sejak 2024 hingga Maret 2026, polisi mengamankan 1.715 unit kendaraan. Artinya, proses identifikasi dan administrasi untuk mengembalikan sisanya masih terus berjalan.

Di sisi lain, Sandi Nugroho tak menampik bahwa masih banyak pekerjaan rumah. "Kami menyadari bahwa belum semua kasus bisa kami ungkap," akunya.

Tapi dia berjanji, komitmennya bulat. "Tapi yakinlah bahwa kami akan terus berbuat yang terbaik bersama-sama dengan seluruh Pejabat Utama dan Kapolres jajaran, untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di Bumi Sriwijaya."

Harapannya jelas. Momentum pengembalian ini bukan titik akhir, melainkan penyemangat. Baik untuk membangun kepercayaan warga, maupun untuk mendorong anak buahnya agar tetap bekerja presisi. Profesional, dan cepat tanggap. Soalnya, melindungi masyarakat itu tugas utama. Dan kadang, tugas itu terasa lebih berarti ketika hak-hak yang hilang bisa dikembalikan, meski satu per satu.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar