Menurut Gus Irfan, perang antara AS-Israel dan Iran yang memanas di kawasan Teluk menjadi penghalang besar. Kondisi itu membuat pengiriman berpotensi besar untuk tidak bisa dilanjutkan.
"Jadi kemungkinan besar, berasnya tidak akan bisa diberangkatkan," tambahnya.
Meski rencana ekspor beras terancam gagal, ada kabar yang sedikit menenangkan. Gus Irfan memastikan bahwa persediaan makanan siap saji untuk para jemaah sudah disiapkan. Jadi, setidaknya dari sisi logistik makanan instan, keperluan jemaah masih bisa terpenuhi.
Namun begitu, rencana awal untuk menyediakan beras sebagai bahan pangan pokok tampaknya harus tertunda. Semuanya tergantung pada bagaimana situasi keamanan di kawasan itu berkembang. Kita tunggu saja kelanjutannya.
Artikel Terkait
KontraS Laporkan Kasus Andrie Yunus ke Bareskrim, Duga Ada Percobaan Pembunuhan
Pemerintah Tegaskan Belum Putuskan Penarikan Pasukan Perdamaian dari Lebanon
Presiden Prabowo Wanti-wanti Bahaya Hoaks dan Fitnah AI di Media Sosial
Projo Serukan Persatuan dan Optimisme Hadapi Gejolak Global