Projo Serukan Persatuan dan Optimisme Hadapi Gejolak Global

- Rabu, 08 April 2026 | 17:20 WIB
Projo Serukan Persatuan dan Optimisme Hadapi Gejolak Global

Organisasi massa pendukung Prabowo-Gibran, Projo, kembali menggaungkan seruan untuk bersatu. Mereka mengingatkan pentingnya kekompakan, terutama dalam menghadapi berbagai gejolak dunia yang dampaknya terasa sampai ke dalam negeri. Intinya, jangan sampai kita gampang dipecah belah.

Ketua Umum DPP Projo, Budi Arie Setiadi, secara tegas menyampaikan hal itu dalam keterangannya pada Rabu (8/4/2026).

"Kemerdekaan Indonesia ini kan direbut dengan perjuangan dan pengorbanan berat. Itu artinya, kita sebenarnya dikaruniai jiwa sebagai bangsa yang optimis. Saya yakin rakyat kita cerdas, tidak gampang diadu-domba sama elit-elit yang berniat jahat!!" ujarnya.

Memang, situasinya tidak mudah. Di sisi lain, Budi Arie mengakui bahwa perang di Timur Tengah telah menimbulkan efek berantai secara global, termasuk ke Indonesia. Namun begitu, harapannya tetap satu: masyarakat harus bisa mengusir rasa takut dan menggantinya dengan kewaspadaan yang positif. Optimisme itu kunci.

Soal isu yang beredar mengenai prediksi kekacauan di bulan Juni dan Juli mendatang, Budi Arie angkat bicara. Menurutnya, tak ada yang perlu dikhawatirkan berlebihan.

"Saya ingin kutip lagi pertanyaan Bapak Joko Widodo," katanya.

"Agar masyarakat jangan takut meski ada pihak-pihak yang sengaja menakut-nakuti. Pesan itulah yang harus kita terus gaungkan."

Projo sendiri sudah menginstruksikan seluruh jajarannya, dari tingkat nasional sampai ke desa, untuk menjaga semangat dan stabilitas. Budi Arie melihat, semua negara saat ini sedang mengalami kesulitan yang serupa, bahkan ada yang lebih parah. Daripada sibuk berdebat kusir tanpa ujung yang justru tidak menyelesaikan masalah, lebih baik fokus membangun optimisme bersama.

"Coba lihat pengalaman kita saat pandemi Covid-19 dulu," ucap Budi Arie, mencoba mengingatkan.

"Bangsa Indonesia kompak mengatasinya dan akhirnya selamat. Pengalaman keberhasilan menghadapi krisis seperti itu yang harus kita pupuk. Itu modal berharga untuk situasi krusial apa pun."

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar