Janice Tjen: Perjalanan dari Student-Athlete ke Peringkat 53 Dunia WTA & Prestasi Gemilang 2025

- Senin, 17 November 2025 | 09:42 WIB
Janice Tjen: Perjalanan dari Student-Athlete ke Peringkat 53 Dunia WTA & Prestasi Gemilang 2025

Perjalanan Karier Janice Tjen: Dari Student-Athlete ke Peringkat 53 Dunia

Janice Tjen telah menorehkan sejarah gemilang bagi Indonesia di kancah tenis dunia sepanjang tahun 2025. Prestasi luar biasa ini merupakan buah dari perjuangan panjang yang penuh dedikasi dan kerja keras.

Latar Belakang dan Awal Karier

Meski tidak berasal dari keluarga dengan latar belakang atlet tenis profesional, Janice membuktikan bahwa passion dan disiplin mampu membawanya menuju kesuksesan internasional. Perjalanan kariernya dimulai melalui jalur student-athlete di Amerika Serikat, dimana ia mendapatkan pendidikan sekaligus mengasah kemampuan tenisnya.

Fasilitas dan lingkungan kompetitif di Amerika Serikat menjadi faktor penting dalam pengembangan teknik, mental, dan fisik Janice. Sistem training yang profesional membantu persiapannya menuju level turnamen internasional.

Prestasi dan Pencapaian

Janice memulai karier profesionalnya dari turnamen ITF sebelum akhirnya mampu bersaing di ajang WTA dan lolos kualifikasi Grand Slam. Salah satu momen bersejarah adalah penampilannya di US Open, dimana ia berkesempatan bertanding melawan mantan juara turnamen tersebut, Emma Raducanu.

Di sektor tunggal putri WTA, Janice berhasil menjadi runner-up Sao Paolo Open (250) dan meraih gelar juara di Jinan Open (125) serta Chennai Open (250). Sementara di ganda putri, ia menjuarai Suzhou Open (125), Guangzhou Open (250), dan Chennai Open (250).

Kemitraan dengan Aldila Sutjiadi di ganda putri telah membuahkan hasil gemilang, termasuk medali perunggu Asian Games 2022. Saat ini, Janice Tjen menduduki peringkat 53 dunia di kategori tunggal putri.

Wawancara Eksklusif dengan Janice Tjen

Perkenalan dengan Dunia Tenis

Janice mengenal tenis melalui teman dekatnya sejak kecil, Priska Madelyn Nugroho. "Orang tua kami saling mengenal, lalu saya diajak mencoba bermain tenis dan akhirnya mulai ikut latihan," kenangnya.

Dukungan Keluarga

Meski tidak ada latar belakang atlet tenis dalam keluarganya, Janice mendapatkan dukungan penuh dari orang tuanya. "Tanpa mereka menyetujui untuk mulai latihan tiga minggu sekali, itu adalah langkah pertama yang penting," ujarnya.

Keputangan ke Amerika Serikat

Keputusan untuk melanjutkan pendidikan dan karier tenis di Amerika Serikat menjadi turning point dalam kariernya. "Di sana saya terkesan dengan fasilitas dan environment yang mendukung perkembangan tenis saya," jelas Janice.

Tantangan sebagai Petenis Indonesia

Menurut Janice, tantangan terbesar sebagai petenis Indonesia adalah minimnya turnamen profesional di dalam negeri. "Kita harus traveling ke luar negeri untuk bertanding dan berlatih dengan pemain internasional, yang tentunya membutuhkan biaya tidak sedikit," paparnya.

Target dan Inspirasi

Janice mengaku terinspirasi oleh Ashleigh Barty dan bercita-cita untuk terus meningkatkan prestasinya. "Target saya adalah mencapai ranking yang lebih tinggi dan tidak pernah puas dengan pencapaian saat ini," tegasnya.

Dengan semangat pantang menyerah dan konsistensi dalam berlatih, Janice Tjen terus membuktikan bahwa atlet Indonesia mampu bersaing di kancah tenis internasional.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar