Fenomena ini tentu mengkhawatirkan. Di sisi lain, pihak kepolisian mengaku tak tinggal diam. Berbagai upaya mitigasi dan pencegahan terus digencarkan. Mulai dari literasi bahaya narkoba hingga sebuah program unggulan: membentuk kampung antinarkoba.
"Ini semua upaya pencerahan," jelas David. "Kita berikan gambaran nyata betapa narkoba merusak kesehatan dan kehidupan sosial. Kerja ini terus berjalan."
Soal kampung antinarkoba, perkembangannya cukup signifikan. Sudah ada 32 titik yang terbentuk di seluruh Jakarta. Konsepnya sederhana tapi strategis: menciptakan agen-agen perubahan dari dalam masyarakat sendiri.
Mereka inilah yang nantinya aktif menyosialisasikan bahaya narkoba, khususnya pada anak dan remaja di lingkungan terdekat.
"Upaya kami bersama jajaran Polres adalah membentuk 32 kampung antinarkoba tadi," imbuh David. "Fungsinya sebagai agen penyampai informasi, sosialisasi, dan pemantau. Intinya, membuat kewaspadaan kolektif terhadap bahaya narkoba di tingkat kampung."
Upaya itu seperti dua sisi mata uang. Di satu sisi, penegakan hukum dan rehabilitasi bagi yang sudah terlanjur. Di sisi lain, membangun benteng pertahanan dari akar rumput agar korban berikutnya tak bertambah.
Artikel Terkait
KontraS Laporkan Kasus Andrie Yunus ke Bareskrim, Duga Ada Percobaan Pembunuhan
Pemerintah Tegaskan Belum Putuskan Penarikan Pasukan Perdamaian dari Lebanon
Presiden Prabowo Wanti-wanti Bahaya Hoaks dan Fitnah AI di Media Sosial
Projo Serukan Persatuan dan Optimisme Hadapi Gejolak Global