Konflik di Timur Tengah punya dampak lain yang lebih riil. Rute penerbangan terpaksa diubah demi keamanan. Nah, perubahan rute ini bikin waktu tempuh bertambah sekitar empat jam. Konsumsi avtur pun ikut naik, mencapai tambahan sekitar 12 ribu ton. Bayangkan saja.
"Maskapai Garuda, melalui surat bernomor Garuda/Jakarta DZ/20181-2026, mengusulkan tambahan Rp 7,9 juta per jemaah. Itu dengan asumsi harga avtur 116 dolar AS per liter," jelas Gus Irfan.
Usulan dari Saudi Airlines tak kalah besar.
"Sedangkan Saudi Airlines, lewat surat nomor 11732247/11501-April 2026, minta tambahan sekitar 480 dolar AS per jemaah. Kalau dirupiahkan, kira-kira Rp 8,1 juta," tambahnya.
Jadi, intinya begini. Kenaikan ini bisa jadi lebih parah lagi kalau situasi di Timur Tengah makin panas dan rute pesawat harus diubah lebih ekstrem. Semua mata sekarang tertuju pada dinamika geopolitik dan fluktuasi harga minyak dunia. Nasib calon jemaah haji Indonesia, sekali lagi, digantungkan pada faktor-faktor yang sulit ditebak.
Artikel Terkait
Kuasa Hukum Desak Kasus Penyiraman Andrie Yunus Diadili di Peradilan Umum
Polda Metro Jaya Gelar Latihan Taktis Sispamkota untuk Antisipasi Gangguan Keamanan
Polisi Selidiki Dugaan TPPO di Balik Pernikahan Palsu dan Rencana Perjalanan ke Kamboja di Malang
Pemkab Purwakarta Perketat Izin Hajatan Pasca Ayah Tewas Dikeroyok di Pesta Anaknya