Konflik Elon Musk dan Billie Eilish: Sindiran Pedas Terus Berlanjut
Ketegangan publik antara Elon Musk dan Billie Eilish semakin memanas setelah CEO Tesla tersebut membalas kritik pedas dari penyanyi pemenang Grammy Award itu. Insiden terbaru ini memperdalam perseteruan yang telah berlangsung antara dua figur terkenal dunia.
Awal konflik dimulai ketika Eilish menyoroti laporan finansial yang mengungkapkan Musk mendekati status sebagai triliuner pertama di dunia. Penyanyi muda itu secara terbuka mempertanyakan kegagalan Musk dalam memanfaatkan kekayaannya untuk menyelesaikan masalah-masalah global yang mendesak.
Eskalasi terjadi pekan lalu ketika Billie Eilish membagikan serangkaian data visual yang mengilustrasikan berbagai krisis dunia yang menurutnya dapat diatasi dengan kekayaan Musk. Isu-isu yang diangkat mencakup kelaparan global, perubahan iklim, dan upaya konservasi spesies terancam punah.
Dalam unggahan yang sama, Eilish tidak ragu menyematkan label keras kepada Musk, menyebutnya sebagai "pengecut jalang yang menyedihkan" karena dianggap mengabaikan tanggung jawab sosialnya.
Tanggapan Musk akhirnya datang melalui platform X pada Selasa (18/11), menanggapi screenshot yang kembali viral mengenai kritik Eilish. Dengan sindiran khasnya, Musk menulis: "Dia bukan orang yang paling tajam di gudang."
Komentar Musk ini langsung memicu gelombang reaksi dari pengguna media sosial dan mengembalikan sorotan pada hubungan tegang antara kedua selebritas berpengaruh ini.
Musk sedang dalam posisi mendekati pencapaian sejarah sebagai triliuner pertama setelah Tesla menyetujui paket kompensasi ekstensif yang berpotensi memberinya hak atas saham senilai hampir USD 1 triliun, tergantung pencapaian target kinerja perusahaan dalam sepuluh tahun ke depan.
Eilish sebelumnya telah menunjukkan konsistensi dalam mengkritik para miliarder, termasuk saat tampil di Wall Street Journal Innovator Awards 2025. Pada kesempatan itu, penyanyi "What Was I Made For?" tersebut berkomitmen menyumbangkan USD 11,5 juta dari pendapatan tur konsernya untuk organisasi amal.
Di hadapan audiens yang termasuk para miliarder terkemuka seperti Mark Zuckerberg, Eilish menyampaikan pidato berisi seruan untuk lebih berempati dan menggunakan kekayaan secara bertanggung jawab. Ia menekankan bahwa dunia sedang mengalami masa-masa sulit yang memerlukan solidaritas dan aksi nyata.
"Saat ini kita berada di masa di mana dunia sedang sangat buruk dan gelap, dan orang-orang membutuhkan empati dan bantuan lebih dari sebelumnya, terutama di negara kita," tegas Eilish dalam sambutannya.
Mengakhiri pidatonya, Eilish menyampaikan teguran halus namun bermakna dalam kepada para miliarder yang hadir: "Saya sayang kalian semua, tapi ada beberapa orang di sini yang punya uang jauh lebih banyak daripada saya... dan kalau kalian miliarder, kenapa kalian jadi miliarder? Bagi-bagi uang kalian, dasar pendek."
Di tengah kontroversi yang terus berkembang, Billie Eilish tetap melanjutkan rangkaian tur Amerika Utara 'Hit Me Hard And Soft' yang dijadwalkan berakhir akhir pekan ini. Album terbarunya dengan judul sama telah menerima pujian kritis, menampilkan kedalaman musikal dan emosional yang dianggap sebagai salah karya terbaik dalam perjalanan kariernya.
Artikel Terkait
Celyna Grace, Juara Indonesian Idol Season 14, Ingin Merambah Akting dan Dunia Film
Jaz Rowe Pilih Musik Personal dan Jujur untuk Gaet Pendengar Muda Lewat Lirik Keseharian
Alfin Habib Siapkan Remake Lagu Melayu Legendaris, Perhatikan Izin dan Karakter Vokal
MNCTV Road To Kilau Raya Meriahkan HUT ke-479 Kota Semarang dengan Musik Dangdut dan Atraksi Sulap