Meski demikian, optimisme tetap dijaga. Melalui konsolidasi ini, Danantara membidik terbentuknya satu holding gula nasional yang kuat. Target penyelesaiannya di semester kedua tahun 2026.
"Konsolidasi antara PTPN atau SugarCo dengan ID Food tahun ini akan selesai. Insyaallah, di semester kedua rampung. Dengan begitu, kita akan punya satu holding pabrik gula yang menguasai sekitar 60% market share di Indonesia," tegasnya.
Lantas, bagaimana peran ID Food pasca-merger nanti?
Direktur Utama ID Food, Ghimoyo, memberikan penjelasan. Perusahaan akan difokuskan sepenuhnya pada perdagangan dan distribusi gula nasional. Bahkan, mereka ditargetkan menyerap hingga 100% produksi gula dari SugarCo.
"Jadi, kami serahkan pabriknya. Nanti SugarCo yang serahkan produknya untuk kami jual. Karena kami akan mengarah ke BUMN perdagangan. Dengan skema ini, kami bisa menguasai pasar sekitar 47% secara nasional," ujar Ghimoyo.
Prosesnya sendiri dikabarkan sudah tinggal selangkah lagi. Denaldy Mulino Mauna, Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III, memastikan penggabungan saat ini tinggal menunggu penyelesaian administrasi dan persetujuan dari para pemegang saham.
"Seperti yang disampaikan CEO tadi, rencana penggabungan pabrik gula PTPN dengan ID Food memang sudah dalam tahap penyelesaian akhir," tutur Denaldy.
Sebagai catatan, tahun lalu PTPN dan ID Food sudah menandatangani CSPA atau perjanjian jual beli bersyarat. Saat ini, prosesnya masih berlanjut untuk memenuhi sejumlah prasyarat, termasuk tentu saja, persetujuan final dari para pemegang saham.
Artikel Terkait
Pemkab Purwakarta Perketat Izin Hajatan Pasca Ayah Tewas Dikeroyok di Pesta Anaknya
DLH Bogor Segel Lokasi Pembuangan Sampah Ilegal di Desa Kembang Kuning
Permahi Desak Pembahasan RUU Perampasan Aset Tak Terburu-buru
Grab Luncurkan Puluhan Fitur AI Baru untuk Konsumen dan Mitra di Grab X 2026