MOSKOW Lebih dari tiga puluh perwakilan militer dari berbagai negara ikut serta dalam sebuah konferensi daring yang digelar Inggris, Selasa lalu. Inti pembahasannya? Upaya membuka kembali akses pelayaran di Selat Hormuz. Kabar ini dikonfirmasi langsung oleh Kementerian Pertahanan Inggris Raya.
Lewat sebuah pernyataan resmi, kementerian itu menjelaskan, "Para perencana militer, sekutu, dan mitra dari lebih 30 negara bergabung dalam konferensi virtual ini. Tujuannya untuk mengoordinasikan langkah-langkah yang diperlukan." Mereka ingin memastikan akses ke selat itu kelak aman dan lancar.
Pertemuan tingkat tinggi ini bukan yang pertama. Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper sudah memimpin pertemuan para menteri luar negeri koalisi pada Kamis. Hasilnya, mereka sepakat mempertimbangkan berbagai cara untuk mendesak Iran membuka jalur air vital itu. Opsi sanksi pun disebut-sebut ada di atas meja.
Dukungan terhadap langkah Inggris ini ternyata cukup luas. Deklarasi yang mengusulkan bantuan untuk membuka blokade selat itu sudah ditandatangani oleh 38 negara. Awalnya, dokumen itu diusung oleh Inggris Raya, Prancis, Jerman, Italia, Belanda, dan juga Jepang.
Artikel Terkait
Korban Insiden Tol Kemayoran Laporkan Pengemudi Innova atas Dugaan Pemerasan
Pemerintah Turunkan Biaya Haji 2026 Menjadi Rp87,4 Juta per Jemaah
Puspom TNI dan Divpropam Polri Perkuat Sinergi Operasional Lewat Pertemuan Strategis
Pemerintah Siapkan Satgas Khusus untuk Tumpas Pengeboran Minyak Ilegal