"Kami ingin terus memberikan penguatan pada generasi muda Indonesia," ungkap Busyro. "Untuk tetap berani menjaga kemanusiaan di tengah sinisme, kekerasan, dan impunitas."
Baginya, impunitas adalah bentuk kekerasan yang paling sunyi. Sesuatu yang sudah lama dilawan oleh KontraS dan gerakan masyarakat sipil lainnya.
Peringatannya tegas: keadilan harus ditegakkan sampai ke akar. Pelaku, termasuk aktor intelektual di balik serangan air keras ini, wajib diungkap.
"Tanpa itu," tuturnya, "kita sama saja membiarkan Indonesia hancur dan menyerahkan masa depan generasi muda kepada kekerasan."
Kasus yang memicu semua ini terjadi pada Kamis (12/3) malam lalu. Andrie Yunus disiram air keras. Perkembangan kemudian, Puspom TNI mengumumkan penangkapan empat orang yang diduga sebagai pelaku.
Mayor Jenderal TNI Yusri Nuryanto, Danpuspom TNI, dalam konferensi pers Rabu (18/3) lalu menjelaskan identitas mereka.
"Kami sampaikan bahwa keempat yang diduga pelaku ini semuanya anggota dari Denma Bais TNI," kata Yusri di Mabes TNI. "Bukan dari satuan mana-mana, tapi dari Denma Bais TNI."
Rinciannya, keempatnya berasal dari matra Angkatan Laut dan Angkatan Udara. Fakta inilah yang kemudian membuat seruan kesembilan tokoh itu terasa semakin mendesak dan relevan.
Artikel Terkait
Korban Insiden Tol Kemayoran Laporkan Pengemudi Innova atas Dugaan Pemerasan
Pemerintah Turunkan Biaya Haji 2026 Menjadi Rp87,4 Juta per Jemaah
Puspom TNI dan Divpropam Polri Perkuat Sinergi Operasional Lewat Pertemuan Strategis
Pemerintah Siapkan Satgas Khusus untuk Tumpas Pengeboran Minyak Ilegal