Jasa Marga Tutup Sementara Rest Area KM 52B Cikampek Antisipasi Arus Balik Lebaran

- Selasa, 24 Maret 2026 | 17:20 WIB
Jasa Marga Tutup Sementara Rest Area KM 52B Cikampek Antisipasi Arus Balik Lebaran

Rest area KM 52B arah Jakarta di Jalan Tol Jakarta-Cikampek resmi ditutup sementara. Penutupan ini dilakukan oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk untuk mengantisipasi membludaknya volume kendaraan saat arus balik Lebaran 2026 nanti. Intinya, mereka ingin mencegah kemacetan parah di titik yang biasanya jadi favorit pengendara untuk beristirahat itu.

Langkah ini bukan inisiatif Jasa Marga semata. Menurut keterangan perusahaan, keputusan akhirnya ada di tangan kepolisian. Alasannya sederhana: lalu lintas di jalur utama arus balik diprediksi bakal sangat padat, sehingga perlu langkah ekstra untuk menjaga kelancaran.

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, punya imbauan buat para pengguna jalan.

"Kami imbau untuk memanfaatkan rest area alternatif. Tujuannya jelas, biar nggak numpuk di KM 52B," ujarnya.

Lalu, alternatifnya di mana? Bagi yang dari arah Jakarta-Cikampek menuju Jakarta, bisa mampir di rest area KM 42B atau KM 19B. Sementara pengendara dari arah Tol Cipularang bisa memilih KM 97B, KM 88B, atau KM 72B. Kalau lewat dari Tol Cipali, silakan singgah di KM 130B atau KM 101B. Rivan menyampaikan hal ini pada Selasa, 24 Maret 2026.

Selain penutupan KM 52B, ada strategi lain yang diterapkan. Di rest area KM 62B arah Jakarta, Jasa Marga bakal pakai sistem buka-tutup. Jadi, aksesnya diatur bergantian. Harapannya, arus lalu lintas di ruas utama tetap lancar dan antrean kendaraan yang mau masuk ke rest area bisa diminimalisir.

Rivan juga mengingatkan soal persiapan perjalanan. Dia menyarankan agar pengendara sudah merencanakan waktu dan lokasi istirahat sebelum masuk ke ruas tol. Kalau-kalau rest area di dalam tol sudah penuh, lebih baik keluar lewat akses terdekat untuk cari tempat istirahat di luar.

"Persiapkan perjalanan dengan baik. Atur waktu dan tentukan lokasi istirahat sebelum masuk ke jalan tol," tegasnya.

Di sisi lain, koordinasi dengan kepolisian juga diperkuat. Salah satu fokusnya adalah pengalihan kendaraan barang, khususnya di titik rawan seperti Gerbang Tol Palimanan dan akses masuk Tol Jakarta-Cikampek. Pengalihan ini mengacu pada Surat Keputusan Bersama (SKB) yang sudah ada.

Nah, buat pengemudi truk atau kendaraan berat sumbu tiga ke atas, perhatian khusus diberikan. Mereka diimbau patuh pada pembatasan operasional selama periode puncak, yaitu 13 sampai 29 Maret 2026. Aturan ini tertuang dalam SKB tiga kementerian dan kepolisian, dan memang dibuat untuk mengurangi beban jalan saat arus balik.

Rivan juga menyelipkan saran agar perjalanan pulang diatur dengan bijak. Dia menganjurkan untuk menghindari tanggal puncak balik, yakni 24, 28, dan 29 Maret. Masa tengah, tanggal 25 sampai 27 Maret, bisa dimanfaatkan karena banyak perusahaan menerapkan Work From Anywhere (WFA). Bonusnya, di tanggal 26-27 Maret itu ada diskon tarif tol 30 persen di sembilan ruas strategis Jasa Marga Group. Lumayan kan buat menghemat?

Semua langkah ini pada intinya cuma satu: membuat perjalanan mudik balik masyarakat lebih aman dan nyaman, sekaligus mencegah kemacetan yang bisa berjam-jam.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar