Dukungan juga datang dari pihak swasta. Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto, dengan lantang menyatakan apresiasi dan dukungannya pada aparat penegak hukum.
Baginya, subsidi harus benar-benar menyasar kelompok yang berhak. Titik.
"Kami sangat berterima kasih dan mendukung upaya-upaya yang dilakukan oleh Kepolisian Republik Indonesia dan juga pihak TNI, terutama dalam hal menindak tegas dan mendukung penuh proses penegakan hukum terhadap pihak-pihak maupun oknum yang juga terlibat dalam praktik ilegal. Kami berkomitmen untuk terus bersinergi dengan POLRI dan juga TNI dalam hal penindakan hukum atas penyalahgunaan dan distribusi BBM dan LPG yang tidak tepat sasaran," ujar Eko.
Komitmen Pertamina, tegas Eko, adalah memastikan penyaluran berjalan sesuai aturan. Mereka tak akan mentolerir penyimpangan di tingkat distribusi.
"Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk menjaga penyaluran dan pendistribusian BBM dan LPG subsidi 3 kg sesuai dengan ketentuan. Kami telah melakukan berbagai upaya pelaksanaan pengawasan dan monitoring terhadap mitra kami dan lembaga penyalur yang ada," tegas Eko.
"Apabila terbukti melakukan pelanggaran, tentunya secara pidana akan diputuskan dalam ketentuan hukum yang berlaku. Selain itu, kami juga akan menjatuhkan sanksi tegas, baik itu pembinaan maupun hingga Pemutusan Hubungan Usaha (PHU)," sambungnya.
Nah, untuk masyarakat, imbauannya jelas. Belilah BBM hanya di SPBU resmi. Untuk LPG, pastikan membeli di pangkalan berplang hijau, tabung dalam kondisi tersegel, dan gunakanlah secara bijak.
Peran serta publik dinilai krusial. Masyarakat diharap berani melaporkan jika menemui indikasi penyalahgunaan, baik ke aparat langsung maupun melalui Pertamina Contact Center 135.
Konferensi pers yang digelar itu sendiri dihadiri oleh sejumlah pejabat kunci. Mulai dari Wakabareskrim Polri Irjen Pol Nunung Syaifudin, Direktur Tipidter Brigjen Pol Moh Irhamni, perwakilan TNI, Kejaksaan Agung, PPATK, Kementerian ESDM, SKK Migas, hingga tentunya Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga Eko Ricky Susanto. Mereka semua hadir, menunjukkan betapa seriusnya masalah ini ditangani.
Artikel Terkait
Indonesia Desak PBB dan Lebanon Usut Tuntas Insiden Tewasnya Tiga Prajurit TNI di UNIFIL
Polisi Gerebek Pabrik Ekstasi di Apartemen Mewah Jakarta Timur, 2 Tersangka Diamankan
Bareskrim Ungkap 755 Kasus Penyelewengan BBM dan Elpiji Bersubsidi, Negara Rugi Rp1,26 Triliun
Menteri Haji Paparkan Kenaikan Biaya Penerbangan Haji 2026 Akibat Lonjakan Avtur dan Rupiah Melemah